Sengkarut Menaklukkan Wabah Virus Korona
Selasa, 15 September 2020 - 06:54 WIB
Oleh karena itu, agar wabah Covid-19 bisa terkendali, maka ada beberapa catatan serius, yaitu; pertama, pemerintah harus konsisten mewujudkan aspek pengendalian dan kesehatan masyarakat sebagai panglima, bukan ekonomi sebagai panglima. Kunci utamanya kendalikan dan bereskan dulu masalah wabahnya, nanti aspek ekonomi akan mengikuti. Aspek ekonomi adalah follower dari aspek kesehatan masyarakat, dan bukan sebaliknya. Jangan lagi ada kebijakan yang cenderung kompromistis, yang berujung pada pencapakan tersadap sektor kesehatan masyarakat. Paradigma keliru yang selama ini diusung pemerintah harus dibuang jauh-jauh.
Kedua, harus ada sanksi tegas bagi siapapun yang melanggar protokol kesehatan, selama penerapan PSBB berlangsung. Apalagi pada akhir 2020 ada hajatan Pilkada serentak. Sebuah kebijakan yang sangat ironis di tengah pandemi yang masih sangat mendominasi. PSBB itu instrumen kebijakan yang lemah untuk mengendalikan wabah Covid-19 (yang seharusnya karantina wilayah, lockdown), jangan diperlemah lagi dengan kebijakan yang inkonsisten dan rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat. Ini adalah pertaruhan terakhir bagi upaya pemerintah untuk mengendalikan wabah Covid-19, demi melindungi warganya.
Jangan mimpi pertumbuhan ekonomi akan membaik jika pandemi Covid-19 tak mampu dikendalikan. Dan Jangan mimpi pula bisa mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia, alih alih yang ada malah 59 negara di dunia memberikan travel warning agar tidak menyambangi Indonesia. Jadi jangan lagi membuang waktu percuma, jangan mencampakkan momen emas (golden moment) untuk menaklukkan pandemi Covid-19. Konsistenlah dengan paradigma kesehatan masyarakat sebagai panglima, walau terasa terjal.
Kedua, harus ada sanksi tegas bagi siapapun yang melanggar protokol kesehatan, selama penerapan PSBB berlangsung. Apalagi pada akhir 2020 ada hajatan Pilkada serentak. Sebuah kebijakan yang sangat ironis di tengah pandemi yang masih sangat mendominasi. PSBB itu instrumen kebijakan yang lemah untuk mengendalikan wabah Covid-19 (yang seharusnya karantina wilayah, lockdown), jangan diperlemah lagi dengan kebijakan yang inkonsisten dan rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat. Ini adalah pertaruhan terakhir bagi upaya pemerintah untuk mengendalikan wabah Covid-19, demi melindungi warganya.
Jangan mimpi pertumbuhan ekonomi akan membaik jika pandemi Covid-19 tak mampu dikendalikan. Dan Jangan mimpi pula bisa mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia, alih alih yang ada malah 59 negara di dunia memberikan travel warning agar tidak menyambangi Indonesia. Jadi jangan lagi membuang waktu percuma, jangan mencampakkan momen emas (golden moment) untuk menaklukkan pandemi Covid-19. Konsistenlah dengan paradigma kesehatan masyarakat sebagai panglima, walau terasa terjal.
(ras)
Lihat Juga :