TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju: Mengokohkan SISHANKAMRATA di Era Ancaman Multidimensional

Minggu, 05 Oktober 2025 - 06:53 WIB
Pembangunan nasional tidak akan pernah lepas dari stabilitas keamanan. Negara-negara maju di dunia memiliki kesamaan: postur pertahanan yang solid dan legitimasi politik yang kuat. Indonesia harus belajar dari situ.

Dengan meletakkan “Indonesia Maju” sebagai tujuan akhir, tema ini menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah kedaulatan, tetapi juga soal memastikan jalannya pembangunan tanpa gangguan, baik fisik maupun nonfisik.

Oleh karena itu, pertahanan tidak bisa dipisahkan dari sektor lain seperti pendidikan, ekonomi, energi, hingga teknologi. Dalam kerangka pertahanan semesta, pembangunan harus bersifat multisektor dan menyentuh akar persoalan yang bisa memicu instabilitas, seperti ketimpangan, ketidakadilan, dan radikalisme.

Penutup: Menghidupkan Kembali Semangat Bela Negara



TNI yang prima dan menyatu dengan rakyat adalah aset tak ternilai. Namun, membangun pertahanan yang kokoh tidak cukup hanya dengan memperkuat institusi TNI. Diperlukan juga kesadaran kolektif bangsa bahwa pertahanan adalah urusan bersama. Pendidikan bela negara, revitalisasi komponen cadangan, dan penguatan diplomasi pertahanan adalah bagian dari upaya membumikan SISHANKAMRATA di era kontemporer.

HUT ke-80 TNI adalah momen untuk merefleksikan kembali pertanyaan paling fundamental: Apakah kita, sebagai warga negara, sudah mengambil peran dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI?

Dengan TNI yang prima dan didukung rakyat, bukan tidak mungkin Indonesia bisa melangkah lebih jauh menuju cita-cita besarnya: menjadi negara maju, berdaulat, dan berpengaruh secara global.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!