Kepala LAN: Program PKN Tingkat II Wadah Mencetak Pemimpin yang Kompeten

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 15:49 WIB
Taufiq menyebut 5 kesalahan besar yang biasa dilakukan seorang pemimpin. Pertama, semakin tinggi posisi seorang pemimpin akan semakin sulit mendengar masukan terutama dari bawahan. Kedua, pimpinan lupa untuk mendorong pegawainya untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitasnya.

Ketiga, pemimpin seringkali menunda-nunda pekerjaan. Keempat, kesalahan pemimpin tidak menyiapkan suksesor atau pengganti untuk menduduki posisinya dan terakhir pemimpin terbuai dengan pekerjaannya sehingga lupa untuk melakukan perubahan dalam organisasinya.Kelima kesalahan besar ini membuat seorang pemimpin tidak menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak perubahan di organisasinya.

“Melalui Program PKN tingkat II ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menggali potensi diri dan menemukan kekuatan dan potensi sebagai pemimpin perubahan, serta lebih aware dan peduli dengan perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, sehingga mampu menjadi problem solver atas permasalahan yang mungkin terjadi di masyarakat, bangsa, dan dunia global.” tandasnya

Taufiq juga menambahkan, peserta PKN Tingkat II telah memiliki kompetensi kepemimpinan strategis yang bukan hanya mampu membuat keputusan yang tepat, tetapi juga tentang menginspirasi, memotivasi, memberdayakan orang lain, mengoordinasikan dan memobilisasi timnya untuk mencapai tujuan bersama, baik itu kelompok, unit, organisasi, masyarakat, maupun nasional.

Taufiq berpesan seorang pemimpin harus memiliki visi yang jelas tentang tujuan atau arah yang ingin dicapai khususnya dalam menyukseskan program-program prioritas presiden untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam Upacara Pelepasan Peserta PKN tingkat II angkatan X ini diumumkan juga 5 peserta teristimewa sebagai berikut, Kementerian Sosial (Kemensos) Yadi Muchtar, Badan Intelejen Negara (BIN) Achmad Zainal Huda, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Edi Sulistyo Heri Susetyo, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Aditya Hendra Krisna, Badan Pengawas Tenaga Nuklir Wiryono.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!