Sejarah Diplomasi Budaya Indonesia di Papua Nugini, Patung Sir Michael Somare Jadi Ikon Persahabatan Abadi
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 20:28 WIB
Kata Putu Rudana, patung ini adalah merupakan simbolisme mercusuar hubungan kedua negara dan bangsa. "Indonesia merupakan pimpinan di kawasan Asia Tenggara dan Papua Nugini merupakan pintu gerbang ke Pasifik, dan saya tentu sangat berbangga dapat menjadi bagian dari sejarah ini."
Anggota DPR RI dua periode ini (2014-2024) menegaskan bahwa upacara peresmian patung Bapak Bangsa PNG ini merupakan salah satu peran strategis Indonesia di kawasan Pasifik, khususnya dengan negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia merupakan rumpun melanesia dengan mengangkat dan mengelevasi diplomasi melalui jalur kebudayaan, kesenian, spiritualitas, dan kearifan lokal.
"Presiden Prabowo memiliki visi besar yaitu budaya sebagai sokoguru bangsa. Indonesia mengirim pesan kuat kepada dunia, diplomasi terbaik tidak selalu dibangun di meja perundingan, tetapi juga di ruang hati dan ingatan kolektif sebuah bangsa melalui budaya, spiritualitas, kebijaksanaan, dan local wisdom (kearifan lokal)," kata Putu Rudana.
Pembuatan Patung Sir Michael Somare oleh Museum Rudana dan keluarga besarnya dapat dimaknai sebagai peneguhan komitmen terhadap kemerdekaan, persaudaraan, dan perdamaian antarbangsa. Patung berbahan perunggu ini diperkirakan bertahan lintas generasi, bahkan akan berubah warna alami menjadi hijau seperti Patung Liberty di Amerika Serikat yang melambangkan ketahanan, kontinuitas, dan warisan abadi persahabatan kedua bangsa. Patung tersebut juga memuat tiga nama tokoh Indonesia yang kontribusinya diabadikan selamanya, yaitu Nyoman Rudana sebagai Pendiri Museum Rudana, Putu Supadma Rudana sebagai budayawan, dan I Gede Sarantika selaku seniman pembuat patung.
Anggota DPR RI dua periode ini (2014-2024) menegaskan bahwa upacara peresmian patung Bapak Bangsa PNG ini merupakan salah satu peran strategis Indonesia di kawasan Pasifik, khususnya dengan negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia merupakan rumpun melanesia dengan mengangkat dan mengelevasi diplomasi melalui jalur kebudayaan, kesenian, spiritualitas, dan kearifan lokal.
"Presiden Prabowo memiliki visi besar yaitu budaya sebagai sokoguru bangsa. Indonesia mengirim pesan kuat kepada dunia, diplomasi terbaik tidak selalu dibangun di meja perundingan, tetapi juga di ruang hati dan ingatan kolektif sebuah bangsa melalui budaya, spiritualitas, kebijaksanaan, dan local wisdom (kearifan lokal)," kata Putu Rudana.
Pembuatan Patung Sir Michael Somare oleh Museum Rudana dan keluarga besarnya dapat dimaknai sebagai peneguhan komitmen terhadap kemerdekaan, persaudaraan, dan perdamaian antarbangsa. Patung berbahan perunggu ini diperkirakan bertahan lintas generasi, bahkan akan berubah warna alami menjadi hijau seperti Patung Liberty di Amerika Serikat yang melambangkan ketahanan, kontinuitas, dan warisan abadi persahabatan kedua bangsa. Patung tersebut juga memuat tiga nama tokoh Indonesia yang kontribusinya diabadikan selamanya, yaitu Nyoman Rudana sebagai Pendiri Museum Rudana, Putu Supadma Rudana sebagai budayawan, dan I Gede Sarantika selaku seniman pembuat patung.
(zik)
Lihat Juga :