Ketidakpastian Semakin Tinggi, UMKM Penyangga Ekonomi?

Selasa, 29 Juli 2025 - 06:23 WIB
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan. Foto/Dok. SINDOnews
Candra Fajri Ananda

Wakil Ketua Badan Supervisi OJK



EKONOMI global saat ini berada dalam fase yang penuh ketidakpastian dan gejolak yang kompleks. Ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionis, fluktuasi harga komoditas, serta disrupsi rantai pasok global akibat konflik dan perubahan iklim telah menciptakan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi dunia. Saat ini, berbagai negara menghadapi tantangan ganda, yakni menjaga pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus beradaptasi dengan perubahan struktural dalam tatanan ekonomi global.

Penerapan tarif impor tinggi oleh Presiden Donald Trump telah menciptakan ketidakseimbangan dalam sistem perdagangan internasional. Berdasarkan data dari Tax Foundation dan Kiel Institute (2025), kebijakan tersebut menyebabkan penurunan ekspor AS hingga 17%, sementara impor berkurang sekitar 5%. Kebijakan tarif ini nyatanya justru berdampak balik pada daya saing produk Amerika di pasar global. Secara teoritis, hal ini selaras dengan Lerner Symmetry Theoremyang menyatakan bahwa tarif impor akan memberikan efek negatif yang sama terhadap ekspor karena gangguan dalam arus perdagangan dan daya saing harga.

Negara-negara mitra dagang pun turut terkena dampak dari kebijakan tarif Trump. Meski demikian, Tiongkok berhasil mengalihkan jalur ekspor melalui negara ketiga untuk menghindari tarif. Fenomena ini mencerminkan konsep global value chain, di mana pelaku usaha menyesuaikan lokasi produksi dan jalur distribusi untuk menghindari hambatan perdagangan. Artinya, kebijakan tarif unilateral menjadi kurang efektif dalam mengendalikan arus barang di era perdagangan modern yang saling terintegrasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan proteksionis tidak hanya menciptakan ketegangan dagang, tetapi juga mendorong negara-negara lain untuk merespons secara strategis melalui diversifikasi jalur dan mitra perdagangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!