Batik Fractal Pamerkan Hasil Karya UMKM Batik Sukabumi di Osaka Expo 2025
Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:44 WIB
Paviliun Indonesia, yang didesain menyerupai lambung kapal sebagai simbol kemajuan dan ketahanan, memikat pengunjung dengan zona-zona interaktif yang menonjolkan keanekaragaman hayati, warisan budaya, dan visi masa depan Indonesia.
Pengunjung melihat produk UMKM karya batik fractal yang dipamerkan dalam Osaka Expo 2025.
Paviliun ini menampilkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas yang terinspirasi dari filosofi Tri Hita Karana. Dihiasi karya seniman ternama seperti Mang Moel dan Nyoman Nuarta, paviliun ini menampilkan motif batik Truntum, yang diwujudkan dalam maskotnya, Tumala, Tumbaya, dan Tumasa, yang mewakili alam, budaya, dan masa depan, sejalan dengan tema expo, “Merancang Masyarakat Masa Depan untuk Kehidupan Kita.”
Sejak dibuka pada 13 April 2025, paviliun ini menjadi pusat pertukaran budaya dan peluang ekonomi, didukung oleh mitra strategis seperti Astra, Kapal Api, dan Indofood. Forum Bisnis paviliun telah memfasilitasi diskusi antarpelaku bisnis global, mendorong kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan dan inovasi.
"Target pengunjung Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025 adalah 2,8 hingga 3,5 juta orang hingga expo berakhir," katanya.
Dengan menghadirkan produk dekorasi rumah dan aksesori batik yang ramah lingkungan dengan sentuhan budaya, Batik Fractal dan mitranya telah berkontribusi pada visi expo untuk masa depan yang berkelanjutan, sekaligus mengangkat industri kreatif Indonesia. Selama berlangsungnya acara, Batik Fractal dan Paviliun Indonesia terus mengundang pengunjung untuk menjelajahi keindahan kerajinan Indonesia.
Pengunjung melihat produk UMKM karya batik fractal yang dipamerkan dalam Osaka Expo 2025.
Paviliun ini menampilkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas yang terinspirasi dari filosofi Tri Hita Karana. Dihiasi karya seniman ternama seperti Mang Moel dan Nyoman Nuarta, paviliun ini menampilkan motif batik Truntum, yang diwujudkan dalam maskotnya, Tumala, Tumbaya, dan Tumasa, yang mewakili alam, budaya, dan masa depan, sejalan dengan tema expo, “Merancang Masyarakat Masa Depan untuk Kehidupan Kita.”
Sejak dibuka pada 13 April 2025, paviliun ini menjadi pusat pertukaran budaya dan peluang ekonomi, didukung oleh mitra strategis seperti Astra, Kapal Api, dan Indofood. Forum Bisnis paviliun telah memfasilitasi diskusi antarpelaku bisnis global, mendorong kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan dan inovasi.
"Target pengunjung Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025 adalah 2,8 hingga 3,5 juta orang hingga expo berakhir," katanya.
Dengan menghadirkan produk dekorasi rumah dan aksesori batik yang ramah lingkungan dengan sentuhan budaya, Batik Fractal dan mitranya telah berkontribusi pada visi expo untuk masa depan yang berkelanjutan, sekaligus mengangkat industri kreatif Indonesia. Selama berlangsungnya acara, Batik Fractal dan Paviliun Indonesia terus mengundang pengunjung untuk menjelajahi keindahan kerajinan Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :