Batik Fractal Pamerkan Hasil Karya UMKM Batik Sukabumi di Osaka Expo 2025

Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:44 WIB
loading...
Batik Fractal Pamerkan...
Direktur Batik Fractal Nancy Margried (kanan) saat memperkenalkan produk-produk karya UMKM batik Sukabumi, di Osaka Expo 2025, Jepang. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ajang Expo Osaka 2025, Kansai, Jepang jadi momentum bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) Sukabumi memamerkan hasil karyanya. Dalam pameran tersebut Batik Fractal menampilkan empat karya UMKM.

Keempat UMKM ini adalah peserta pelatihan Batik Fractal-LPS, program yang telah diselenggarakan bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama tiga tahun terakhir.

Expo yang digelar pada 13 April hingga 13 Oktober 2025 di Pulau Yumeshima ini telah menarik perhatian dunia dengan lebih dari 10 juta pengunjung dalam tiga bulan pertama, melampaui setengah dari target 28,2 juta pengunjung.

Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future” (Berkembang dalam Harmoni: Alam, Budaya, Masa Depan). Paviliun ini menjadi salah satu panggung megah bagi karya keempat UMKM yang memadukan seni batik tradisional dengan inovasi modern.

Baca juga: Perajin Batik Kota Malang Kolaborasi dengan UB Digitalisasikan Batik Malang

Whispering Forest atau hutan yang berbisik menjadi tema rangkaian koleksi UMKM batik Sukabumi yang dipamerkan di Osaka ini. Tema ini dipilih sesuai dengan motif-motif batik yang tercipta yang umumnya bersumber dari keindahan alam dan budaya Jawa Barat.

Dalam expo ini, selama 21 - 27 Juli 2025, Batik Fractal membawa karya empat UMKM, yaitu Batik Kakak, KreasiApik, Kreasi Nan, dan i.Cland. Mereka adalah empat UMKM terpilih dari 30 peserta program Pendampingan dan Pengembangan Ekosistem Batik Tradisional Sukabumi-Cianjur melalui Transformasi Digital (2023–2025).

Baca juga: Dibalut Busana Batik Biru, Pesona Miss World 2025 Opal Suchata Semakin Memikat

Program yang dikelola oleh Batik Fractal dan LPS ini memberdayakan 30 UMKM dari Sukabumi dan Cianjur melalui pelatihan motif batik secara digital, pembuatan desain hingga purwarupa, juga manajemen bisnis.

“Ini adalah pemenuhan janji kami untuk membawa karya para UMKM ini ke tingkat internasional sebagai bagian dari program pelatihan UMKM batik di Sukabumi dan Cianjur,” ungkap Direktur Batik Fractal Nancy Margried, Jumat (25/7/2025).


Keempat UMKM ini menghadirkan produk dekorasi rumah, seperti sarung bantal, taplak meja, dekorasi meja makan, hingga aksesori, seperti buku catatan bersampul batik dan tempat alat tulis.

Para perajin dari empat UMKM ini adalah empat wanita dari berbagai usia dan latar belakang, yaitu Mella Nurmalia (Kreasi Nan), Retno Sukmawati (KreasiApik), Retno Sukmawati (i.Cland), Fitri Apriyanti dan Faisal Nasrullah (Batik Kakak).

"Karya keempat UMKM ini terpilih karena mewakili budaya Indonesia, khususnya keindahan batik yang terinspirasi dari alam dan budaya Tatar Parahyangan, yang merupakan hasil desain para peserta pelatihan dengan menggunakan piranti lunak jBatik," ucapnya.

Selama Batik Fractal hadir di expo ini, sejak 21 Juli, tercatat rata-rata 14.000 - 18.000 pengunjung yang memadati Paviliun Indonesia. Produk-produk yang dipamerkan di paviliun Zona Budaya ini telah mendapat sambutan hangat dari pengunjung karena merupakan satu-satunya produk batik di Paviliun Indonesia.

Pengunjung memuji perpaduan unik antara kerajinan tradisional dan estetika kontemporer. Eksposur ini meningkatkan visibilitas global UMKM dan mendukung misi Indonesia untuk mempromosikan ekonomi kreatif di panggung internasional.

Paviliun Indonesia, yang didesain menyerupai lambung kapal sebagai simbol kemajuan dan ketahanan, memikat pengunjung dengan zona-zona interaktif yang menonjolkan keanekaragaman hayati, warisan budaya, dan visi masa depan Indonesia.

Batik Fractal Pamerkan Hasil Karya UMKM Batik Sukabumi di Osaka Expo 2025

Pengunjung melihat produk UMKM karya batik fractal yang dipamerkan dalam Osaka Expo 2025.

Paviliun ini menampilkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas yang terinspirasi dari filosofi Tri Hita Karana. Dihiasi karya seniman ternama seperti Mang Moel dan Nyoman Nuarta, paviliun ini menampilkan motif batik Truntum, yang diwujudkan dalam maskotnya, Tumala, Tumbaya, dan Tumasa, yang mewakili alam, budaya, dan masa depan, sejalan dengan tema expo, “Merancang Masyarakat Masa Depan untuk Kehidupan Kita.”

Sejak dibuka pada 13 April 2025, paviliun ini menjadi pusat pertukaran budaya dan peluang ekonomi, didukung oleh mitra strategis seperti Astra, Kapal Api, dan Indofood. Forum Bisnis paviliun telah memfasilitasi diskusi antarpelaku bisnis global, mendorong kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan dan inovasi.

"Target pengunjung Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025 adalah 2,8 hingga 3,5 juta orang hingga expo berakhir," katanya.

Dengan menghadirkan produk dekorasi rumah dan aksesori batik yang ramah lingkungan dengan sentuhan budaya, Batik Fractal dan mitranya telah berkontribusi pada visi expo untuk masa depan yang berkelanjutan, sekaligus mengangkat industri kreatif Indonesia. Selama berlangsungnya acara, Batik Fractal dan Paviliun Indonesia terus mengundang pengunjung untuk menjelajahi keindahan kerajinan Indonesia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved