Sannipata Nusantara Umat Buddha Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kamis, 17 Juli 2025 - 15:46 WIB
Dalam rangkaian tersebut, umat Buddha di seluruh Indonesia telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pembacaan Paritta dan Dhammapada, praktik atthasila, kegiatan sosial dan lingkungan, serta perjalanan spiritual Thudong menuju Candi Borobudur. Semua kegiatan ini mencerminkan kesungguhan umat dalam menginternalisasi ajaran Buddha secara kontekstual dan aplikatif.
"Semangat kebersamaan itu dilanjutkan dalam acara Sannipata Nusantara Umat Buddha Indonesia Tahun 2025, dengan mengusung tema Melangkah Maju untuk Indonesia Harmoni," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, umat Buddha dari berbagai tradisi berhimpun dalam satu ruang untuk saling bersilaturahmi memperdalam spiritualitas, serta menyatukan langkah menuju kehidupan beragama yang moderat, membumi, dan harmonis.
Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas capaian luar biasa umat Buddha Indonesia dalam Pembacaan Kitab Suci Dhammapada Serentak 2569 BE/2025, yang melibatkan 2.569 peserta dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Menanggapi Rekor MURI ini, Menag Nasaruddin Umar menilai, pemberian penghargaan terhadap sebuah prestasi adalah hal positif. Sebab kegiatan ini dalam rangka membangun kemanusiaan dan umat.
"Kalau tidak ada penghargaan terhadap hal-hal yang produktif, positif, nanti tidak ada orang yang mau berbuat baik. Jadi, fungsinya MURI itu adalah untuk memberikan rangsangan orang lain untuk berpartisipasi dan berlomba untuk melakukan kebaikan. Berlomba-lomba untuk mencapai kebaikan itu adalah anjuran semua agama," tandasnya.
"Semangat kebersamaan itu dilanjutkan dalam acara Sannipata Nusantara Umat Buddha Indonesia Tahun 2025, dengan mengusung tema Melangkah Maju untuk Indonesia Harmoni," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, umat Buddha dari berbagai tradisi berhimpun dalam satu ruang untuk saling bersilaturahmi memperdalam spiritualitas, serta menyatukan langkah menuju kehidupan beragama yang moderat, membumi, dan harmonis.
Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas capaian luar biasa umat Buddha Indonesia dalam Pembacaan Kitab Suci Dhammapada Serentak 2569 BE/2025, yang melibatkan 2.569 peserta dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Menanggapi Rekor MURI ini, Menag Nasaruddin Umar menilai, pemberian penghargaan terhadap sebuah prestasi adalah hal positif. Sebab kegiatan ini dalam rangka membangun kemanusiaan dan umat.
"Kalau tidak ada penghargaan terhadap hal-hal yang produktif, positif, nanti tidak ada orang yang mau berbuat baik. Jadi, fungsinya MURI itu adalah untuk memberikan rangsangan orang lain untuk berpartisipasi dan berlomba untuk melakukan kebaikan. Berlomba-lomba untuk mencapai kebaikan itu adalah anjuran semua agama," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :