Observo Center Prihatin Program Makan Bergizi Gratis Dicemari Oknum Internal

Rabu, 09 Juli 2025 - 13:50 WIB
“Dapur-dapur umum yang sudah siap dan memenuhi syarat justru dipaksa menunggu tiga bulan dengan alasan slot verifikasi penuh. Padahal, belum ada dapur yang betul-betul beroperasi di wilayah tersebut. Ini bukan keterlambatan administratif biasa, tapi sabotase program prioritas nasional,” katanya.

Yang lebih memprihatinkan, oknum internal diduga menggunakan jabatannya mengatur pengadaan peralatan seperti ompreng dan perlengkapan lainnya. Bahkan, ada dugaan permintaan pengadaan tersebut harus melalui istrinya dengan harga jauh di atas harga pasar disertai permintaan fee Rp1.000 hingga Rp2.000 per porsi dari setiap dapur jika sudah berjalan.

“Ini sudah bukan sekadar pelanggaran etik, tapi patut diduga tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.

Pihaknya mendesak aparat penegak hukum segera bertindak dan menyelidiki dugaan praktik kotor ini secara serius. Arwani juga mengingatkan jika penyimpangan seperti ini dibiarkan, maka dapat merusak kepercayaan publik terhadap berbagai program Prabowo yang sejatinya membawa harapan besar bagi rakyat.

“Tidak boleh ada ruang bagi mafia atau parasit birokrasi di dalam program strategis nasional. Presiden Prabowo harus dilindungi dari pengkhianatan oknum dalam selimut,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!