Ditanya Masuk Kepengurusan Gerindra, Arief Poyuono Bilang Begini
Rabu, 09 September 2020 - 12:34 WIB
Arief Poyuono. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Kader Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku tidak tahu apakah dirinya masuk atau tidak dalam struktur kepengurusan Partai Gerindra 2020-2025. Pasalnya, ia sibuk mengurusi bantuan subsidi upah (BSU) Rp 600.000 kaum buruh yang menurutnya jauh lebih penting dari jabatan di partai.
"Waduh saya engga tahu.. Saya lagi sibuk ngurus kawan-kawan buruh yang belum pada dapat BLT Rp600 ribu. Yang mungkin jauh lebih penting daripada jabatan saya di partai. Agar kawan-kawan buruh bisa terbantukan dengan program dari pemerintah Jokowi dalam memenuhi kebutuhan belanja keluarga mereka," kata Arief saat dihubungi SINDO Media, Rabu (9/9/2020).
(Baca juga: Abaikan Permintaan Jubir Gerindra, Arief Poyuono Ogah Minta Maaf ).
Sebab, lanjut mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini, banyak buruh yang belum mendapatkan BLT akibat perusahaan mereka tidak membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK/BP Jamsostek) hingga bulan Juni 2020 yang merupakan syarat mutlak penerima. "Dibandingkan dengan karyawan yang perusahaan yang membayarkan secara rutin tiap bulannya, mereka ada di urutan bawah," terang pegiat buruh itu.
"Waduh saya engga tahu.. Saya lagi sibuk ngurus kawan-kawan buruh yang belum pada dapat BLT Rp600 ribu. Yang mungkin jauh lebih penting daripada jabatan saya di partai. Agar kawan-kawan buruh bisa terbantukan dengan program dari pemerintah Jokowi dalam memenuhi kebutuhan belanja keluarga mereka," kata Arief saat dihubungi SINDO Media, Rabu (9/9/2020).
(Baca juga: Abaikan Permintaan Jubir Gerindra, Arief Poyuono Ogah Minta Maaf ).
Sebab, lanjut mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini, banyak buruh yang belum mendapatkan BLT akibat perusahaan mereka tidak membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK/BP Jamsostek) hingga bulan Juni 2020 yang merupakan syarat mutlak penerima. "Dibandingkan dengan karyawan yang perusahaan yang membayarkan secara rutin tiap bulannya, mereka ada di urutan bawah," terang pegiat buruh itu.
Lihat Juga :