Nurul Arifin Respons Positif Penilaian Akademisi soal Gaya Komunikasi Politik Bahlilian Style

Rabu, 18 Juni 2025 - 16:38 WIB
Menurut Ken Bimo, dalam budaya komunikasi low-context, apa yang dikatakan adalah apa yang dimaksud, tidak memerlukan interpretasi terselubung. Berbeda dengan gaya komunikasi politisi Indonesia kebanyakan yang sering kali high-context penuh kode, tersirat, dan cenderung menghindari pernyataan frontal. Sehingga, kata Ken Bimo, gaya komunikasi politik Bahlilian Style yang disebutnya itu memberi warna tersendiri dalam komunikasi politik Indonesia yang cenderung retoris dan basa-basi.

"Bisa jadi apa yang menjadi penilaian akademisi itu ada benarnya. Karena menurut saya, Pak Bahlil memiliki karakter komunikasi yang lugas, langsung ke inti persoalan, dan minim retorika, sebuah pendekatan yang jarang dimiliki oleh politisi Indonesia pada umumnya," ujar Nurul.

Terkait gaya komunikasi Bahlil ini disebut beberapa pengamat sebagai "Bahlilian Style", menurut Nurul, ini merupakan cerminan dari pola komunikasi low-context, yang menekankan keterbukaan, kejujuran, dan efektivitas dalam penyampaian pesan.

"Ini bukan soal blak-blakan semata, tapi bagaimana komunikasi digunakan sebagai alat untuk menyentuh logika dan nalar publik. Pak Bahlil punya sense itu, dan tidak ragu menyampaikan kritik atau arahan secara sederhana tapi mengena," ujar Nurul.

Sebagai contoh, Nurul menyoroti bagaimana Bahlil kerap menyampaikan kritik terhadap rendahnya etos kerja tenaga kerja lokal dengan gaya yang lugas namun membumi. Menurutnya, pernyataan semacam itu bukan sekadar kritik, melainkan bentuk motivasi yang disampaikan dengan cara yang dekat dengan keseharian masyarakat dan mudah diterima publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!