IIFPG Soroti Makin Maraknya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Selasa, 20 Mei 2025 - 18:27 WIB
Psikolog yang turut hadir sebagai pembicara Ratih Ibrahim menambahkan bahwa kekerasan tidak hanya fisik, tapi juga verbal, dan pelakunya bisa dari berbagai latar belakang. “Dokter, guru, pemuka agama, siapa saja bisa menjadi pelaku. Ini yang membuat penanganannya jadi lebih kompleks,” katanya.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dian Sasmita membeberkan bahwa data mencengangkan: setiap jam, dua anak mengalami kekerasan. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas perlindungan anak di daerah. “Banyak daerah tidak punya rumah aman atau Unit Pelaksana Teknis yang memadai,” imbuhnya.
Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya turut mengangkat kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah dapilnya, Jawa Barat. Salah satunya melibatkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis. Ia menekankan pentingnya sosialisasi undang-undang yang sudah ada.
“Undang-Undang sudah ada, tapi banyak yang belum tahu. Pemerintah perlu mendorong turunannya, termasuk peraturan presiden, agar bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” kata politikus Partai Golkar itu.
Adapun talkshow ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya statistik, tapi tragedi nyata yang terus terjadi, bahkan dari mereka yang tak disangka-sangka. IIFPG menyerukan kolaborasi nyata lintas sektor untuk menghentikan siklus kekerasan ini.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dian Sasmita membeberkan bahwa data mencengangkan: setiap jam, dua anak mengalami kekerasan. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas perlindungan anak di daerah. “Banyak daerah tidak punya rumah aman atau Unit Pelaksana Teknis yang memadai,” imbuhnya.
Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya turut mengangkat kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah dapilnya, Jawa Barat. Salah satunya melibatkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis. Ia menekankan pentingnya sosialisasi undang-undang yang sudah ada.
“Undang-Undang sudah ada, tapi banyak yang belum tahu. Pemerintah perlu mendorong turunannya, termasuk peraturan presiden, agar bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” kata politikus Partai Golkar itu.
Adapun talkshow ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya statistik, tapi tragedi nyata yang terus terjadi, bahkan dari mereka yang tak disangka-sangka. IIFPG menyerukan kolaborasi nyata lintas sektor untuk menghentikan siklus kekerasan ini.
(rca)
Lihat Juga :