Cuitan Paha Mulus Dituduh Pelecehan, Demokrat: Perlu Pembuktian
Senin, 07 September 2020 - 12:06 WIB
"Kami tentu sudah biasa dalam keluarga besar untuk saling mengingatkan. Tetapi, kami juga akan melihat konteksnya Mas Panca Laksana dalam twit-nya tersebut, tidak serta merta menafsirkan sesuai apa yang dituduhkan Mba Sara," ujar Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Herman Khaeron kepada SINDOnews, Senin (7/9/2020).
Maka itu, dia belum bisa menilai apakah cuitan Cipta Panca Laksana itu sebagai pelecehan. "Itu lah yang saya katakan perlu pembuktian atas penafsiran itu adalah sebagai pelecehan," kata Herman.
(Baca: Demokrat Tak Khawatir Hubungan dengan PDIP Memburuk)
Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Kawendra Lukistian menyarankan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegur keras Cipta Panca Laksana. Sebab, cuitan Cipta yang merupakan kader Partai Demokrat itu dianggap sebagai pelecehan seksual terhadap bakal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati.
Maka itu, dia belum bisa menilai apakah cuitan Cipta Panca Laksana itu sebagai pelecehan. "Itu lah yang saya katakan perlu pembuktian atas penafsiran itu adalah sebagai pelecehan," kata Herman.
(Baca: Demokrat Tak Khawatir Hubungan dengan PDIP Memburuk)
Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Kawendra Lukistian menyarankan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegur keras Cipta Panca Laksana. Sebab, cuitan Cipta yang merupakan kader Partai Demokrat itu dianggap sebagai pelecehan seksual terhadap bakal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati.
(muh)
Lihat Juga :