Lebaran: Diplomasi, Solidaritas, dan Harapan bagi Peradaban Global

Selasa, 01 April 2025 - 21:43 WIB
Eko Ernada. Foto/Istimewa
Eko Ernada

Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember dan aktif di kepengurusan PBNU sebagai anggota Badan Khusus Pengembangan Jaringan Internasional (BPJI-PBNU)



LEBARAN bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum refleksi yang mencerminkan bagaimana nilai-nilai Islam berinteraksi dengan dinamika global. Idulfitri adalah perayaan kemenangan atas hawa nafsu, tetapi lebih dari itu, ia juga menjadi ajang diplomasi, solidaritas, dan harapan bagi dunia yang terus bergejolak. Di tengah konflik, ketimpangan sosial, dan tantangan geopolitik, Lebaran menghadirkan pelajaran tentang rekonsiliasi dan kemanusiaan yang dapat menjembatani perbedaan.

Dalam lanskap hubungan internasional , perayaan keagamaan sering menjadi instrumen soft power. Idulfitri, dengan tradisi saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan, telah dimanfaatkan oleh negara-negara Muslim untuk memperkuat hubungan diplomatik. Pemimpin dunia seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Raja Salman dari Arab Saudi menjadikan Idulfitri sebagai momen untuk mempererat hubungan dengan negara-negara sahabat. Sementara itu, pemimpin negara-negara
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!