Bersama Melindungi Pemilik Indonesia Emas 2045
Kamis, 27 Maret 2025 - 14:25 WIB
Gigih Anggana Yuda Penelaah Teknis Kebijakan pada Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen. Foto/istimewa
Gigih Anggana Yuda
Penelaah Teknis Kebijakan pada Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen
BAGI sebagian anggota masyarakat yang peka mungkin sering menjumpai fenomena kesenjangan perilaku pada anak-anak di lingkungan sekitarnya. Banyak anak yang tertib dan santun ketika berada di lingkungan sekolah dan keluarga, tetapi berubah menjadi liar ketika berada di lingkungan luar.
Ketika terjun ke lingkungan sekitar, anak-anak merasa tidak terawasi secara intensif sehingga mulai menunjukkan perilaku yang tidak sesuai norma, misalnya berkata kasar, cuek, dan sebagainya. Terlebih lagi ketika mereka menggunakan media sosial. Ketika orang tua memeriksa gawainya, seringkali menemukan kata-kata tidak sopan yang mereka gunakan saat berkomunikasi dengan teman-temannya. Atau, ketika bermain game online, seringkali kita dengar umpatan-umpatan tidak santun yang keluar dari mulut mereka.
Mengapa anak-anak cenderung abai dengan norma-norma kesopanan ketika berada di lingkungan masyarakat dan media sosial?
Lemahnya Pengendalian Sosial Masyarakat
Saat ini masyarakat seakan tak berdaya menghadapi pelanggaran norma kesopanan yang ditunjukkan anak-anak. Ini menyebabkan anak-anak merasa lebih bebas ketika berada di lingkungan masyarakat, dibandingkan ketika berada lingkungan sekolah dan keluarga.
Penelaah Teknis Kebijakan pada Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen
BAGI sebagian anggota masyarakat yang peka mungkin sering menjumpai fenomena kesenjangan perilaku pada anak-anak di lingkungan sekitarnya. Banyak anak yang tertib dan santun ketika berada di lingkungan sekolah dan keluarga, tetapi berubah menjadi liar ketika berada di lingkungan luar.
Ketika terjun ke lingkungan sekitar, anak-anak merasa tidak terawasi secara intensif sehingga mulai menunjukkan perilaku yang tidak sesuai norma, misalnya berkata kasar, cuek, dan sebagainya. Terlebih lagi ketika mereka menggunakan media sosial. Ketika orang tua memeriksa gawainya, seringkali menemukan kata-kata tidak sopan yang mereka gunakan saat berkomunikasi dengan teman-temannya. Atau, ketika bermain game online, seringkali kita dengar umpatan-umpatan tidak santun yang keluar dari mulut mereka.
Mengapa anak-anak cenderung abai dengan norma-norma kesopanan ketika berada di lingkungan masyarakat dan media sosial?
Lemahnya Pengendalian Sosial Masyarakat
Saat ini masyarakat seakan tak berdaya menghadapi pelanggaran norma kesopanan yang ditunjukkan anak-anak. Ini menyebabkan anak-anak merasa lebih bebas ketika berada di lingkungan masyarakat, dibandingkan ketika berada lingkungan sekolah dan keluarga.
Lihat Juga :