LPOI Sampaikan Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo, Begini Isinya
Rabu, 25 Desember 2024 - 18:03 WIB
Baca juga: 14 Ormas Anggota LPOI Desak Penyelenggara Negara Junjung Demokrasi dan Tegakkan Konstitusi
Ketiga, memohon pada Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat implementasi penegakan keadilan, membersihkan negara dari bahaya laten korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Mengarahkan kebijakan pada hal yang lebih populis dan lebih memihak kepada rakyat kecil dengan menurunkan pajak, menurunkan harga-harga sembako, menumbuhkan lapangan kerja dan mempercepat pengentasan kemiskinan.
"Merefocusing anggaran belanja negara untuk pendidikan, sosial dan keagamaan. Mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis proyek padat karya dan inovasi dalam negeri. Merajut dan memperkuat solidaritas kebinnekaan serta lebih memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi kehidupan masyarakat," jelasnya.
Keempat, memohon pada Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan global muslim market sebagai wahana dan kesempatan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penetrasi agresif di dunia 'Halal Industry, Halal Certification dan Muslim Digital Ecosystem' yang memungkinkan Indonesia menjadi market leader. Sehingga, mampu memberikan dampak positif terhadap pemasukan negara, serta menguntungkan semua pihak.
"Upaya ini harus dilakukan secara sinergis berbasis pendekatan Government to Government, Business to Business dan People to People," paparnya.
Kelima, memohon pada Presiden Prabowo Subianto untuk lebih memberikan rekognisi, afirmasi, fasilitasi, proteksi dan advokasi kepada para individu-individu pahlawan, organisasi-organisasi keagamaan, organisasi organisasi masyarakat, dan organ-organ strategis lainnya yang telah nyata berkontribusi, berjuang dan berjasa terhadap kemerdekaan dan kemajuanIndonesia.
LPOI menyebut negara harus hadir dalam memberikan pemihakan, perlindungan dan jaminan masa depan dari sisi kesempatan berusaha, keleluasaan berkarya, dukungan finansial, dan regulasi serta pengakuan negara atas jasa-jasa yang telah diberikannya.
Ketiga, memohon pada Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat implementasi penegakan keadilan, membersihkan negara dari bahaya laten korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Mengarahkan kebijakan pada hal yang lebih populis dan lebih memihak kepada rakyat kecil dengan menurunkan pajak, menurunkan harga-harga sembako, menumbuhkan lapangan kerja dan mempercepat pengentasan kemiskinan.
"Merefocusing anggaran belanja negara untuk pendidikan, sosial dan keagamaan. Mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis proyek padat karya dan inovasi dalam negeri. Merajut dan memperkuat solidaritas kebinnekaan serta lebih memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi kehidupan masyarakat," jelasnya.
Keempat, memohon pada Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan global muslim market sebagai wahana dan kesempatan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penetrasi agresif di dunia 'Halal Industry, Halal Certification dan Muslim Digital Ecosystem' yang memungkinkan Indonesia menjadi market leader. Sehingga, mampu memberikan dampak positif terhadap pemasukan negara, serta menguntungkan semua pihak.
"Upaya ini harus dilakukan secara sinergis berbasis pendekatan Government to Government, Business to Business dan People to People," paparnya.
Kelima, memohon pada Presiden Prabowo Subianto untuk lebih memberikan rekognisi, afirmasi, fasilitasi, proteksi dan advokasi kepada para individu-individu pahlawan, organisasi-organisasi keagamaan, organisasi organisasi masyarakat, dan organ-organ strategis lainnya yang telah nyata berkontribusi, berjuang dan berjasa terhadap kemerdekaan dan kemajuanIndonesia.
LPOI menyebut negara harus hadir dalam memberikan pemihakan, perlindungan dan jaminan masa depan dari sisi kesempatan berusaha, keleluasaan berkarya, dukungan finansial, dan regulasi serta pengakuan negara atas jasa-jasa yang telah diberikannya.
Lihat Juga :