Prabowo dan Masa Depan ASEAN
Selasa, 24 September 2024 - 05:15 WIB
Ilustrasi: Masyudi/SINDOnews
AKHIR pekan awal September 2024 lalu-tepatnya antara tanggal 5-7, menjadi hari-hari melelahkan bagi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto . Selama tiga hari, ia secara marathon mengunjungi empat negara sahabat di kawasan Asia Tenggara -yakni Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, dan Malaysia.
baca juga: Tumbuh Bersama Negara ASEAN
Selain itu, Prabowo sempat terbang ke Bangkok, Thailand untuk melakukan kunjungan tidak resmi, yakni menemui Thaksin Shinawatra dan putrinya Paetongtarn Shinawatra yang baru diangkat sebagai perdana menteri Thailand. Sepekan kemudian, tepatnya pada Jumat (13/9), Prabowo melanjutnya silaturahmi ke Vietnam menemui sejumlah pemimpin negeri sejuta Nguyen tersebut, dan kemudian di pekan selanjutnya melawat ke Filipina (20/09).
Dalam kapasitas menteri pertahanan, kunjungan beruntun yang dilakukan Prabowo ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara tentu dilakukan dalam rangka hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan yang selama ini sudah terjalin erat. Dalam perspektif lebih jauh, sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2024, langkah ini mencerminkan visi Prabowo untuk meneguhkan persahabatan sesama negara anggota ASEAN , dan menjadikan tetangga terdekat ini sebagai prioritas utama kerja sama khususnya di sektor pertahanan.
Semangat ini bisa dilihat dari subtansi pembicaraan maupun suasana pertemuan yang terjadi antara Prabowo dan para pemimpin negara-negara sahabat yang dikunjungi tersebut. Seperti pertemuan dengan Sultan Brunei, Yang Maha Mulia Seri Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang bertempat di Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan pada Kamis (5/9), keduanya membahas berbagai isu strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Usai menghadiri jamuan makan siang yang disuguhkan Sultan Hassanal Bolkiah secara privat itu, Prabowo langsung terbang ke Vientiane untuk melakukan kunjungan resmi ke Republik Demokratik Rakyat Laos dan melakukan pertemuan dengan Presiden Laos Thongloun Sisoulith di gedung National Assembly, pada Jumat (6/9). Pada kunjungannya ke negeri itu, Prabowo juga bertemu dengan PM Laos Sonexay Siphandone, di kantor Perdana Menteri.
Dalam pertemuan, kedua pihak membahas berbagai topik penting terkait hubungan dan kerja sama bilateral. Kepada mereka, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama kedua negara, termasuk kerja sama pertahanan. Dalam pandangan Prabowo, kerja sama pertahanan dengan Laos penting bukan hanya karena keduanya memiliki hubungan bilateral, tapi juga sama-sama memiliki komitmen terhadap stabilitas dan keamanan regional dalam komunitas ASEAN.
Pada hari yang sama, dari Laos, Prabowo yang didampingi anggota DPR RI Komisi I Sugiono melanjutkan terbang ke Kamboja untuk bertemu dengan PM Kamboja HE Mr Samdech Moha Borvor Thipadei Hun Manet dan Presiden Senat Kamboja HE Mr Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen. Dengan PM Hun Manet, Prabowo mengajak Kamboja memperkuat kolaborasi agar dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan dan pembangunan ASEAN secara keseluruhan.
Sedangkan dengan Hun Sen, Prabowo menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertahanan Kamboja atas komitmen berkelanjutan memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Prabowo pun mengajak Kamboja secara aktif mencari dan mengeksplorasi peluang baru untuk berkolaborasi, serta memastikan bahwa kemitraan Indonesia-Kamboja tetap kuat dan responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul.
Pada Jumat malam, Prabowo yang didampingi putranya, Didit Hediprasetyo atau Didit Prabowo ternyata sudah berada di Bangkok untuk bersilaturahmi dengan mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Dalam momen dinner tersebut, Thaksin turut didampingi putri bungsunya, Paetongtarn Shinawatra.
baca juga: Peningkatan Kerja Sama, Prabowo Hadiri Pertemuan Multilateral Menhan AS-ASEAN
Pertemuan itu sekaligus dimanfaatkan Prabowo untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya Paetongtarn sebagai PM Thailand, setelah mendapatkan dukungan mayoritas Parlemen pada Jumat (16/8/2024). Kepada PM termuda Negeri Gajah Putih tersebut, Prabowo mengajaknya berkolaborasi untuk menggapai kerjasama Indonesia-Thailand lebih tinggi di masa mendatang.
Esok harinya, Sabtu (07/09), Prabowo sudah berada di Kualalumpur. Setibanya tiba di PU Subang Airforce Base, Prabowo langsung menuju ke Istana Negara Kuala Lumpur untuk bertemu Raja Malaysia Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim. Pada pertemuan itu kedua tokoh membahas penguatan kerja sama pertahanan dan berbagai isu strategis lainnya dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Prabowo menilai, sebagai dua negara serumpun yang memiliki hubungan spesial, Indonesia-Malaysia harus membangun komitmen untuk menggali potensi kerja sama kedua negara, terutama dalam bidang pertahanan. Prabowo mengapresiasi harapan Sultan Ibrahim agar kemitraan kedua negara terus dikembangkan untuk kepentingan bersama.
Adapun Anwar Ibrahim menegaskan komitmen negaranya memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia menjadi fokus utama pembahasan.Selain itu, kedua negara juga menekankan komitmen untuk menjamin dan memperkuat kerja sama regional ASEAN. Pada kesempatan ini Prabowo juga menyatakan bahwa Kemhan RI optimistis pasca-penandatanganan MoU bidang pertahanan RI-Malaysia pada 9 Agustus 2022 lalu, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin signifikan, baik di bidang industri pertahanan, pendidikan, operasi dan latihan, dan kerja sama lainnya.
Pesan senada dikemukakan Prabowo saat bertemu dengan Presiden Vietnam HE To Lam, Ketua Majelis Nasional Vietnam HE Tran Thanh Man, dan Perdana Menteri Vietnam HE Pham Minh Chinh. Secara spesifik, Prabowo dan pemimpin Vietnam ingin memperluas kerja sama pertahanan seperti pelatihan perwira Vietnam untuk operasi penjaga perdamaian PBB dan kesempatan perwira Vietnam untuk bisa mengikuti pendidikan lanjutan perwira seperti Sesko Matra dan Lemhanas. Dalam skup lebih luas, mereka berharap kedua negara tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tapi juga upaya berkontribusi meningkatkan stabilitas dan keamanan regional.
Dalam pertemuan dengan Presiden Filipina HE Mr Ferdinand Romualdez Marcos Jr, di Istana Malacanang, Manila (20/9), Prabowo menegaskan Filipina sebagai mitra strategis Indonesia, khususnya di bidang pertahanan. Sebaliknya, Marcos Jr melalui akun instagramnya menyatakan Filipina-Indonesia selalu memiliki ikatan persahabatan yang mendalam, dan ikatan persahabatan ini akan semakin kuat di tahun-tahun mendatang.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Filipina menjadi tuan rumah pertemuan Komite Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan (JDSCC) ke-13 di Manila, pada Juni 2024. Menurut Prabowo, Indonesia-Filipina berkomitmen terus berpartisipasi dalam forum bilateral tahunan ini.
baca juga: ASEAN EDSM sebagai Jalan Keluar KTT ASEAN Dalam Menjaga Iklim Investasi
Kunjungan marathon yang dilakukan Prabowo sebagai menteri pertahanan maupun sebagai presiden terpilih ke negara-negara sesame ASEAN, bisa disebut sebagai momen bersejarah yang dilakukan pejabat Indonesia untuk menegaskan kuatnya persahabatan, dan khususnya kerja sama pertahanan. Selain itu, dalam setiap pembicaraan dalam pertemuan dengan pemimpin negara sahabat, Prabowo tak luput menyampaikan pesan tentang pentingnya stabilitas ASEAN dan kawasan sekitarnya.
BIsaa dikatakan, kunjungan Prabowo itu sekaligus merajut kesamaan cara pandang negara-negara anggota ASEAN dan memproyeksikan pentingnya memperkuat kerja sama pertahanan di ASEAN di masa mendatang dalam menghadapi dinamika yang terjadi di lingkungan, dalam hal ini di Indo-Pasifik.
Menarik disimak, sejauh mana dan sekuat apa hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara sesama ASEAN berlangsung, dan mengapa stabilitas ASEAN menjadi kepentingan bersama? Mengapa Prabowo merasa perlu mengajak negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama demi menjaga stabilitas Indo-Pasifik? Lantas, langkah apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tujuan itu?
baca juga: Tumbuh Bersama Negara ASEAN
Selain itu, Prabowo sempat terbang ke Bangkok, Thailand untuk melakukan kunjungan tidak resmi, yakni menemui Thaksin Shinawatra dan putrinya Paetongtarn Shinawatra yang baru diangkat sebagai perdana menteri Thailand. Sepekan kemudian, tepatnya pada Jumat (13/9), Prabowo melanjutnya silaturahmi ke Vietnam menemui sejumlah pemimpin negeri sejuta Nguyen tersebut, dan kemudian di pekan selanjutnya melawat ke Filipina (20/09).
Dalam kapasitas menteri pertahanan, kunjungan beruntun yang dilakukan Prabowo ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara tentu dilakukan dalam rangka hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan yang selama ini sudah terjalin erat. Dalam perspektif lebih jauh, sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2024, langkah ini mencerminkan visi Prabowo untuk meneguhkan persahabatan sesama negara anggota ASEAN , dan menjadikan tetangga terdekat ini sebagai prioritas utama kerja sama khususnya di sektor pertahanan.
Semangat ini bisa dilihat dari subtansi pembicaraan maupun suasana pertemuan yang terjadi antara Prabowo dan para pemimpin negara-negara sahabat yang dikunjungi tersebut. Seperti pertemuan dengan Sultan Brunei, Yang Maha Mulia Seri Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang bertempat di Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan pada Kamis (5/9), keduanya membahas berbagai isu strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Usai menghadiri jamuan makan siang yang disuguhkan Sultan Hassanal Bolkiah secara privat itu, Prabowo langsung terbang ke Vientiane untuk melakukan kunjungan resmi ke Republik Demokratik Rakyat Laos dan melakukan pertemuan dengan Presiden Laos Thongloun Sisoulith di gedung National Assembly, pada Jumat (6/9). Pada kunjungannya ke negeri itu, Prabowo juga bertemu dengan PM Laos Sonexay Siphandone, di kantor Perdana Menteri.
Dalam pertemuan, kedua pihak membahas berbagai topik penting terkait hubungan dan kerja sama bilateral. Kepada mereka, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama kedua negara, termasuk kerja sama pertahanan. Dalam pandangan Prabowo, kerja sama pertahanan dengan Laos penting bukan hanya karena keduanya memiliki hubungan bilateral, tapi juga sama-sama memiliki komitmen terhadap stabilitas dan keamanan regional dalam komunitas ASEAN.
Pada hari yang sama, dari Laos, Prabowo yang didampingi anggota DPR RI Komisi I Sugiono melanjutkan terbang ke Kamboja untuk bertemu dengan PM Kamboja HE Mr Samdech Moha Borvor Thipadei Hun Manet dan Presiden Senat Kamboja HE Mr Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen. Dengan PM Hun Manet, Prabowo mengajak Kamboja memperkuat kolaborasi agar dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan dan pembangunan ASEAN secara keseluruhan.
Sedangkan dengan Hun Sen, Prabowo menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertahanan Kamboja atas komitmen berkelanjutan memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Prabowo pun mengajak Kamboja secara aktif mencari dan mengeksplorasi peluang baru untuk berkolaborasi, serta memastikan bahwa kemitraan Indonesia-Kamboja tetap kuat dan responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul.
Pada Jumat malam, Prabowo yang didampingi putranya, Didit Hediprasetyo atau Didit Prabowo ternyata sudah berada di Bangkok untuk bersilaturahmi dengan mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Dalam momen dinner tersebut, Thaksin turut didampingi putri bungsunya, Paetongtarn Shinawatra.
baca juga: Peningkatan Kerja Sama, Prabowo Hadiri Pertemuan Multilateral Menhan AS-ASEAN
Pertemuan itu sekaligus dimanfaatkan Prabowo untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya Paetongtarn sebagai PM Thailand, setelah mendapatkan dukungan mayoritas Parlemen pada Jumat (16/8/2024). Kepada PM termuda Negeri Gajah Putih tersebut, Prabowo mengajaknya berkolaborasi untuk menggapai kerjasama Indonesia-Thailand lebih tinggi di masa mendatang.
Esok harinya, Sabtu (07/09), Prabowo sudah berada di Kualalumpur. Setibanya tiba di PU Subang Airforce Base, Prabowo langsung menuju ke Istana Negara Kuala Lumpur untuk bertemu Raja Malaysia Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim. Pada pertemuan itu kedua tokoh membahas penguatan kerja sama pertahanan dan berbagai isu strategis lainnya dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Prabowo menilai, sebagai dua negara serumpun yang memiliki hubungan spesial, Indonesia-Malaysia harus membangun komitmen untuk menggali potensi kerja sama kedua negara, terutama dalam bidang pertahanan. Prabowo mengapresiasi harapan Sultan Ibrahim agar kemitraan kedua negara terus dikembangkan untuk kepentingan bersama.
Adapun Anwar Ibrahim menegaskan komitmen negaranya memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia menjadi fokus utama pembahasan.Selain itu, kedua negara juga menekankan komitmen untuk menjamin dan memperkuat kerja sama regional ASEAN. Pada kesempatan ini Prabowo juga menyatakan bahwa Kemhan RI optimistis pasca-penandatanganan MoU bidang pertahanan RI-Malaysia pada 9 Agustus 2022 lalu, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin signifikan, baik di bidang industri pertahanan, pendidikan, operasi dan latihan, dan kerja sama lainnya.
Pesan senada dikemukakan Prabowo saat bertemu dengan Presiden Vietnam HE To Lam, Ketua Majelis Nasional Vietnam HE Tran Thanh Man, dan Perdana Menteri Vietnam HE Pham Minh Chinh. Secara spesifik, Prabowo dan pemimpin Vietnam ingin memperluas kerja sama pertahanan seperti pelatihan perwira Vietnam untuk operasi penjaga perdamaian PBB dan kesempatan perwira Vietnam untuk bisa mengikuti pendidikan lanjutan perwira seperti Sesko Matra dan Lemhanas. Dalam skup lebih luas, mereka berharap kedua negara tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tapi juga upaya berkontribusi meningkatkan stabilitas dan keamanan regional.
Dalam pertemuan dengan Presiden Filipina HE Mr Ferdinand Romualdez Marcos Jr, di Istana Malacanang, Manila (20/9), Prabowo menegaskan Filipina sebagai mitra strategis Indonesia, khususnya di bidang pertahanan. Sebaliknya, Marcos Jr melalui akun instagramnya menyatakan Filipina-Indonesia selalu memiliki ikatan persahabatan yang mendalam, dan ikatan persahabatan ini akan semakin kuat di tahun-tahun mendatang.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Filipina menjadi tuan rumah pertemuan Komite Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan (JDSCC) ke-13 di Manila, pada Juni 2024. Menurut Prabowo, Indonesia-Filipina berkomitmen terus berpartisipasi dalam forum bilateral tahunan ini.
baca juga: ASEAN EDSM sebagai Jalan Keluar KTT ASEAN Dalam Menjaga Iklim Investasi
Kunjungan marathon yang dilakukan Prabowo sebagai menteri pertahanan maupun sebagai presiden terpilih ke negara-negara sesame ASEAN, bisa disebut sebagai momen bersejarah yang dilakukan pejabat Indonesia untuk menegaskan kuatnya persahabatan, dan khususnya kerja sama pertahanan. Selain itu, dalam setiap pembicaraan dalam pertemuan dengan pemimpin negara sahabat, Prabowo tak luput menyampaikan pesan tentang pentingnya stabilitas ASEAN dan kawasan sekitarnya.
BIsaa dikatakan, kunjungan Prabowo itu sekaligus merajut kesamaan cara pandang negara-negara anggota ASEAN dan memproyeksikan pentingnya memperkuat kerja sama pertahanan di ASEAN di masa mendatang dalam menghadapi dinamika yang terjadi di lingkungan, dalam hal ini di Indo-Pasifik.
Menarik disimak, sejauh mana dan sekuat apa hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara sesama ASEAN berlangsung, dan mengapa stabilitas ASEAN menjadi kepentingan bersama? Mengapa Prabowo merasa perlu mengajak negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama demi menjaga stabilitas Indo-Pasifik? Lantas, langkah apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tujuan itu?
Lihat Juga :