Ancaman Nyata Megathrust, BNPB Beberkan Sejumlah Historis Gempa dan Tsunami
Senin, 09 September 2024 - 20:23 WIB
"Kita melakukan secara serentak di lima provinsi yang juga sebenarnya daerah berpotensi merupakan daerah dilalui oleh megathrust mulai dari Barat Sumatera, Selatan Jawa, Selatan Nusa Tenggara," ucapnya.
Baca juga: BMKG Pasang 533 Seismograf di Zona Megathrust
Lebih lanjut Aam menyampaikan, tsunami tidak hanya dibangkitkan oleh gempa dengan kekuatan besar atau di atas Magnitudo 8. "Kalau kita lihat historis yang kita punya ada Banyuwangi 1994, ada Pangandaran 2006, ada Mentawai 2010, itu malah dibangkitkan oleh gempa-gempa M7,5 di bawah Magnitudo 8," jelasnya.
"Dan ini karakteristiknya beda-beda, gempa Mentawai, gempa Pangandaran, gempa Banyuwangi itu malah getaran gempa yang tidak dirasakan oleh masyarakat, tiba-tiba tsunami, secara sensitifnya kita menyebut itu tsunami earthquake, ada tsunami tetapi guncangan gempa ini tidak dirasakan. Beda dengan Aceh, Aceh kita sangat besar gempanya kemudian air surutnya sangat signifikan ada sampai 600 meter, ada yang 1 Km, kemudian masyarakat turun mengambil ikan, kemudian tsunaminya datang," ungkap Aam.
Aam pun mengatakan, banyak tsunami di Indonesia yang dibangkitkan oleh gempa kekuatan di bawah M8. "Tetapi yang lebih sering itu ada produk-produk tsunami yang justru lebih kecil yang dibangkitkan oleh gempa-gempa, mungkin kalau dalam dalam bidang saya, tsunami engineering itu kita sebut tsunami earthquake, M7,5 sampai 8 itu moderat earthquake ya. Di atas M8,5 baru kita bicara gempa besar, megathrust," tuturnya.
Baca juga: BMKG Pasang 533 Seismograf di Zona Megathrust
Lebih lanjut Aam menyampaikan, tsunami tidak hanya dibangkitkan oleh gempa dengan kekuatan besar atau di atas Magnitudo 8. "Kalau kita lihat historis yang kita punya ada Banyuwangi 1994, ada Pangandaran 2006, ada Mentawai 2010, itu malah dibangkitkan oleh gempa-gempa M7,5 di bawah Magnitudo 8," jelasnya.
"Dan ini karakteristiknya beda-beda, gempa Mentawai, gempa Pangandaran, gempa Banyuwangi itu malah getaran gempa yang tidak dirasakan oleh masyarakat, tiba-tiba tsunami, secara sensitifnya kita menyebut itu tsunami earthquake, ada tsunami tetapi guncangan gempa ini tidak dirasakan. Beda dengan Aceh, Aceh kita sangat besar gempanya kemudian air surutnya sangat signifikan ada sampai 600 meter, ada yang 1 Km, kemudian masyarakat turun mengambil ikan, kemudian tsunaminya datang," ungkap Aam.
Aam pun mengatakan, banyak tsunami di Indonesia yang dibangkitkan oleh gempa kekuatan di bawah M8. "Tetapi yang lebih sering itu ada produk-produk tsunami yang justru lebih kecil yang dibangkitkan oleh gempa-gempa, mungkin kalau dalam dalam bidang saya, tsunami engineering itu kita sebut tsunami earthquake, M7,5 sampai 8 itu moderat earthquake ya. Di atas M8,5 baru kita bicara gempa besar, megathrust," tuturnya.
Lihat Juga :