Korupsi Tak Lagi Sekadar Kekayaan tapi Juga Menumpuk Kekuasaan

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 22:06 WIB
Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo dalam FGD Tata Nilai bertema Urgensi Berantas Korupsi: Problematika dan Solusi, secara daring, Jumat (23/8/2024). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
JAKARTA - Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo mengatakan, tindak korupsi saat ini sudah semakin kompleks dan tumbuh subur di Indonesia. Menurutnya, situasi itu terjadi Indonesia memberlakukan konstitusi baru UUD NRI 1945 pada 2002.

"Di mana, sistem politik menganut multipartai dan pasangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat," kata Pontjo Sutowo pada FGD Tata Nilai bertema “Urgensi Berantas Korupsi: Problematika dan Solusi”, secara daring, Jumat (23/8/2024).



Menurut Pontjo, Pemilu secara langsung dan kewenangan partai sebagai satu-satunya pintu masuk warga negara yang ingin duduk dalam pemerintahan di eksekutif maupun legislatif membuat peran dan posisi partai politik menjadi sangat menentukan. Sehingga jargon power tends to corrupt pun mulai berlaku. Posisi tawar partai politik menjadi sangat tinggi.

"Siapa pun yang ingin menduduki jabatan kepala daerah maupun beberapa jabatan penting lainnya harus melakukan tawar-menawar dengan partai politik. Apalagi, jabatan kepala pemerintahan baik pusat maupun daerah merupakan daya magnet yang sangat kuat untuk diperebutkan. Sementara itu, kekuatan partai terletak pada besarnya konstituen yang dapat dirangkulnya," kata Pontjo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!