WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja

Sabtu, 27 Juli 2024 - 17:28 WIB
Bahkan WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menyebut para pekerja jarak jauh atau dari rumah di seluruh dunia akan mengalami rasa lelah, secara fisik dan psikis. WHO menyebut model kerja dari rumah dapat menciptakan kondisi berbahaya, yakni berdampak buruk bagi kesehatan karyawan. Ini terjadi bila perusahaan dan karyawan tidak secara kolektif mengelola cara kerja jarak jauh.

Hal itu terungkap dalam webinar Obral Obrol Literasi Ditigal (OOTD) bertajuk "Tren Kerja Virtual (Remote Workoing)" yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Manfaat tren ini dapat dirasakan oleh kedua pihak, baik karyawan maupun perusahaan.

Baca juga: Mutasi TNI Juli 2024, Daftar Lengkap 4 Pangdam Baru yang Diangkat Jenderal Agus Subiyanto

Di sisi karyawan, manfaat tren ini yaitu dapat kerja di mana saja. Mereka tidak harus pergi ke kantor, tidak perlu harus membuang banyak waktu untuk pulang pergi ke kantor, selain itu seorang karyawan juga dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga. "Untuk working mom dia bisa bekerja sambil mengurus anak," ujar Manager Glints Indonesia Noor Laily Alviani, Sabtu (27/7/2024).

Yang sangat terasa dalam tren kerja ini adalah, antara pekerjaan dan kehidupan dapat berjalan seimbang. Sedangkan manfaat dari sisi perusahaan di antaranya dapat menghemat biaya operasional. Pasalnya perusahaan saat ini bisa saja tidak perlu menyediakan kantor untuk mencakup semua orang. Selain itu perusahaan juga dapat merekrut karyawan dari mana saja baik dari luar kota, maupun luar negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!