Skandal Impor Beras Berpotensi Bebani Devisa Negara
Jum'at, 19 Juli 2024 - 19:41 WIB
Bapanas dan Bulog pimpinan Arief Prasetyo Adi dan Bayu Krisnamurthi juga harus dapat menjawab secara gamblang tudingan dari keterlibatan skandal mark up dengan nilai kerugian mencapai Rp8,5 triliun.
“Bulog dan Bapanas harus menjawab potensi mark up impor beras yang dituduhkan banyak pihak,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif SDR Hari Purwanto membeberkan fakta terbaru dari skandal mark up impor beras. SDR telah melaporkan skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 ke KPK.
Bulog juga mengimpor beras dengan harga rata-rata USD655/MT CIF Indonesia. Hal ini merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2024.
“Jika merujuk data BPS yang mencatat pada Maret 2024 Indonesia sudah mengimpor beras sebanyak 567,22 ribu ton atau senilai USD371,60 juta. Berarti Bulog mengimpor beras dengan harga rata-rata USD655/MT CIF Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Hari, kebohongan Bulog semakin terkuak lantaran realisasi harga dari pemenang tender lainnya jauh lebih tinggi daripada penawaran perusahaan asal Vietnam Tan Long Group yang hanya USD538/ton.
“Bulog dan Bapanas harus menjawab potensi mark up impor beras yang dituduhkan banyak pihak,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif SDR Hari Purwanto membeberkan fakta terbaru dari skandal mark up impor beras. SDR telah melaporkan skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 ke KPK.
Bulog juga mengimpor beras dengan harga rata-rata USD655/MT CIF Indonesia. Hal ini merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2024.
“Jika merujuk data BPS yang mencatat pada Maret 2024 Indonesia sudah mengimpor beras sebanyak 567,22 ribu ton atau senilai USD371,60 juta. Berarti Bulog mengimpor beras dengan harga rata-rata USD655/MT CIF Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Hari, kebohongan Bulog semakin terkuak lantaran realisasi harga dari pemenang tender lainnya jauh lebih tinggi daripada penawaran perusahaan asal Vietnam Tan Long Group yang hanya USD538/ton.
Lihat Juga :