SMRC Sebut Keberadaan KAMI Menunjukkan Demokrasi di Indonesia Masih Jalan
Minggu, 23 Agustus 2020 - 21:47 WIB
KAMI adalah forum yang terdiri dari sejumlah tokoh nasional seperti mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban, mantan politisi PPP Ahmad Yani, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, dan lain-lain. Forum ini melakukan deklarasi pada Selasa, 18 Agustus 2020. Mereka menuntut sejumlah perbaikan dalam penanganan Covid-19 dan mengatasi krisis ekonomi. (Baca juga: SMRC: Mayoritas Masyarakat Tetap Dukung Supremasi Sipil di Atas Militer)
Sebelumnya, dalam survei nasional SMRC ditemukan tingkat kepuasan publik pada jalannya demokrasi di Indonesia mengalami sedikit kemunduran pada masa Covid-19, yakni dari 74% menjadi 67%. Sementara preferensi pada demokrasi turun sebanyak 11%, dari 82% menjadi 71%.
Penurunan ini dinilai wajar mengingat Covid-19 yang mendatangkan krisis ekonomi yang sangat dalam bagi masyarakat Indonesia. Walaupun mengalami penurunan, tapi kepuasan publik secara keseluruhan pada jalannya demokrasi dinilai masih sangat baik. “Kepuasan publik dan preferensi publik pada demokrasi di masa krisis ini terselamatkan oleh tingkat kepercayaan publik bagi pemerintahan Joko Widodo. Ini adalah modal sosial penting bagi pemerintah,” kata Saiful.
Sebelumnya, dalam survei nasional SMRC ditemukan tingkat kepuasan publik pada jalannya demokrasi di Indonesia mengalami sedikit kemunduran pada masa Covid-19, yakni dari 74% menjadi 67%. Sementara preferensi pada demokrasi turun sebanyak 11%, dari 82% menjadi 71%.
Penurunan ini dinilai wajar mengingat Covid-19 yang mendatangkan krisis ekonomi yang sangat dalam bagi masyarakat Indonesia. Walaupun mengalami penurunan, tapi kepuasan publik secara keseluruhan pada jalannya demokrasi dinilai masih sangat baik. “Kepuasan publik dan preferensi publik pada demokrasi di masa krisis ini terselamatkan oleh tingkat kepercayaan publik bagi pemerintahan Joko Widodo. Ini adalah modal sosial penting bagi pemerintah,” kata Saiful.
(cip)
Lihat Juga :