PDNS Diretas, Jokowi: Sudah Dievaluasi, Jangan Sampai Terjadi Lagi
Rabu, 03 Juli 2024 - 11:28 WIB
Jokowi juga menyebut tidak hanya Indonesia, negara lain juga terkena peretasan."Ini juga terjadi di negara-negara lain, bukan hanya di Indonesia saja," ungkapnya.
Terbaru, Kelompok peretas Brain Chiper mengumumkan bakal membuka enkripsi PDNS 2 yang terserang ransomeware. Aksi ini akan dilakukan secara cuma-cuma alias gratis.
Baca juga: Mutasi Polri Juni 2024, Deretan Jenderal Bintang 1 Baru di Tubuh Korps Bhayangkara
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa data yang terkumpul di PDNS 2 "tersandra". Dikabarkan, peretas meminta uang tebusan sebesar USD8 juta atau setara Rp131 miliar untuk membuka enkripsi.
Dalam pernyataan Brain Cipher dan diunggah oleh akun X (Twitter) @stealhtmole_int, yang monitoring dark web, mereka menyebut bahwa kunci untuk membuka akses enksipsi PDNS 2 akan dirilis, pada Rabu (3/7/2024).
Terbaru, Kelompok peretas Brain Chiper mengumumkan bakal membuka enkripsi PDNS 2 yang terserang ransomeware. Aksi ini akan dilakukan secara cuma-cuma alias gratis.
Baca juga: Mutasi Polri Juni 2024, Deretan Jenderal Bintang 1 Baru di Tubuh Korps Bhayangkara
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa data yang terkumpul di PDNS 2 "tersandra". Dikabarkan, peretas meminta uang tebusan sebesar USD8 juta atau setara Rp131 miliar untuk membuka enkripsi.
Dalam pernyataan Brain Cipher dan diunggah oleh akun X (Twitter) @stealhtmole_int, yang monitoring dark web, mereka menyebut bahwa kunci untuk membuka akses enksipsi PDNS 2 akan dirilis, pada Rabu (3/7/2024).
Lihat Juga :