Menteri Siti Bertemu Wamenlu Norwegia, Tegaskan Komitmen RI dalam Agenda Iklim
Minggu, 30 Juni 2024 - 17:29 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik di kantornya, Oslo, Rabu (26/6/2024). Foto/Dok. SINDOnews
OSLO - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik di kantornya, Oslo, Rabu (26/6/2024). Acara ini digelar sela-sela penyelenggaraan Oslo Tropical Forest Forum (OTFF) di Norwegia.
Pertemuan membahas upaya bersama dalam mengimplementasikan kebijakan FOLU Net Sink 2030. Pertemuan ini menegaskan kembali komitmen kuat kedua negara dalam menjaga kelestarian hutan tropis dan mengatasi tantangan lingkungan global.
Sebelum melanjutkan diskusi, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya terhadap Oslo Tropical Forest Forum. Dia menekankan bahwa forum ini menunjukkan komitmen kuat Norwegia dalam melestarikan hutan tropis. Baca juga: Oslo Tropical Forest Forum, Menteri Siti Jelaskan Penurunan Deforestasi
“Saya percaya melalui kolaborasi dan dialog, forum ini memainkan peran penting dalam mempromosikan peran kritis hutan tropis dalam konservasi keanekaragaman hayati, pengaturan iklim, dan mendukung mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia,” katanya.
Pertemuan membahas upaya bersama dalam mengimplementasikan kebijakan FOLU Net Sink 2030. Pertemuan ini menegaskan kembali komitmen kuat kedua negara dalam menjaga kelestarian hutan tropis dan mengatasi tantangan lingkungan global.
Sebelum melanjutkan diskusi, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya terhadap Oslo Tropical Forest Forum. Dia menekankan bahwa forum ini menunjukkan komitmen kuat Norwegia dalam melestarikan hutan tropis. Baca juga: Oslo Tropical Forest Forum, Menteri Siti Jelaskan Penurunan Deforestasi
“Saya percaya melalui kolaborasi dan dialog, forum ini memainkan peran penting dalam mempromosikan peran kritis hutan tropis dalam konservasi keanekaragaman hayati, pengaturan iklim, dan mendukung mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia,” katanya.
Lihat Juga :