Korban Judi Online Bakal Diberi Bansos, Psikolog: Wacana Enggak Masuk Akal
Senin, 17 Juni 2024 - 18:56 WIB
Psikolog Meity Arianty ikut mengkritisi usulan pemerintah terkait dengan korban judi online (judol) yang akan mendapatkan bansos. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Psikolog Meity Arianty ikut mengkritisi usulan pemerintah terkait dengan korban judi online (judol) yang akan mendapatkan bantuan sosial (bansos) . Sebagai seorang psikolog, Meity merasa bingung dengan andil pemerintah untuk memberantas para bandar judi online.
Padahal dampak dari kecanduan judi online ini sangat besar, baik bagi orang yang bermain judi online, baik dampak buruk pada yang melakukan. Dampak itu bisa merugikan keluarga, lingkungan masyarakat dan sangat berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial.
"Jika kita melihat dampaknya yang begitu besar, saya malah bingung mengapa pemerintah terkesan kurang tegas dalam hal ini padahal, pemerintah akan lebih mudah memberantas jika pemerintah serius memikirkan rakyatnya," kata Meity Arianty saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/6/2024).
Bahkan terkait usulan bansos untuk korban judi online sangat tidak masuk akal karena pelaku judi online jelas-jelas bukan merupakan korban.
Baca juga: Menko Muhadjir Tegaskan Penerima Bansos Judi Online Keluarga yang Jatuh Miskin
"Tapi apa yang kita lihat, ya Tuhan saya pribadi bingung dengan konsep seperti ini. pelaku perjudian jelas-jelas bukan korban tapi pelaku kok malah dinormalisasikan dengan wacana yang enggak masuk akal," tegas Meity Arianty.
Padahal dampak dari kecanduan judi online ini sangat besar, baik bagi orang yang bermain judi online, baik dampak buruk pada yang melakukan. Dampak itu bisa merugikan keluarga, lingkungan masyarakat dan sangat berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial.
"Jika kita melihat dampaknya yang begitu besar, saya malah bingung mengapa pemerintah terkesan kurang tegas dalam hal ini padahal, pemerintah akan lebih mudah memberantas jika pemerintah serius memikirkan rakyatnya," kata Meity Arianty saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/6/2024).
Bahkan terkait usulan bansos untuk korban judi online sangat tidak masuk akal karena pelaku judi online jelas-jelas bukan merupakan korban.
Baca juga: Menko Muhadjir Tegaskan Penerima Bansos Judi Online Keluarga yang Jatuh Miskin
"Tapi apa yang kita lihat, ya Tuhan saya pribadi bingung dengan konsep seperti ini. pelaku perjudian jelas-jelas bukan korban tapi pelaku kok malah dinormalisasikan dengan wacana yang enggak masuk akal," tegas Meity Arianty.
Lihat Juga :