95 Persen Gen Z Habiskan Waktu di Medsos, Kominfo Imbau Jaga Kesehatan Mental

Sabtu, 27 April 2024 - 21:31 WIB
"Walaupun virtual, kita memiliki rasa keterlibatan secara langsung dan memiliki koneksi lebih. Kalau dulu kan kita hanya bisa sebatas komentar. Saat ini banyak platform yang membuat kita lebih terkoneksi,” kata Yofania.

Psikolog Klinis Marissa Meditania mengatakan, tantangan yang dihadapi Gen-Z di era sosial media yang pesat ini adalah soal pencarian jati diri.

Karena rentang umur Gen-Z saat ini antara belasan tahun hingga 25 tahun merupakan masa awal dalam menentukan langkah selanjutnya dan biasanya banyak Gen-Z yang sedang berada pada persimpangan jalan dalam mengambil keputusan.

"Media sosial mudah untuk diakses oleh siapa pun dan kapan pun menjadi rentan terhadap kondisi yang merugikan karena itu tetap harus menetapkan batasan dalam penggunaan media soial," ujarnya.

Marissa menambahkan saat menggunakan media sosial, otak mengeluarkan dopamin, zat dalam otak yang membuat orang merasa rileks sehingga media sosial sering menjadi pelarian dari masalah kehidupan nyata.

"Jadi main game dan medsos atau yang berelasi dengan gadget. Karena secara alamiah merasa rileks kita bisa addiction. Ketika tidak menggunakan gadget ada titik di mana seperti pengguna narkoba atau rokok yang sulit menetralisir perasaan terhadap gadget. Dan ketika tidak menggunakan gadget jadi cemas,” ungkap Marissa.

Namun, tantangan dunia digital tidak hanya dihadapi Gen-Z saja. Dengan kadar yang berbeda-beda setiap generasi sedang menghadapi tantangan dunia digital yang semakin tak terbendung.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!