Periksa Fakta Sederhana
Jum'at, 22 Maret 2024 - 16:48 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Budi Arie Setiadi membuka webinar sekaligus memberi sambutan dengan memaparkan data indeks literasi Indonesia yang berada di angka 3.64 dari skala 5 atau tingkat “sedang”. Kondisi ini mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia untuk membuka kesadaran masyarakat akan peran penting literasi digital baik dalam kehidupan sehari - hari hingga mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Menkominfo mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan literasi digital untuk mewujudkan Indonesia #MakinCakapDigital , terkoneksi dan semakin maju.
Kegiatan webinar dilanjutkan dengan paparan dari narasumber pertama, dosen komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Anang Masduki, Ph.D. Etika digital menjadi fokus pertama yang disampaikan Anang. Selayaknya di kehidupan nyata, sopan santun, mawas diri serta kemampuan memilah hal positif dan negatif juga harus diterapkan di dunia digital. Dalam menggunakan media digital, anak harus diberi pemahaman sedari dini untuk bisa mawas diri, paham akan budaya Indonesia serta memberi informasi mengenai bahaya cyber bullying.
“Media digital kalian adalah cerminan dari kepribadian diri kalian, masa depan adik – adik masih panjang. Jadi isilah dengan hal – hal positif yang bisa menunjang masa depan kalian dan selalu mengedepankan etika,” ujar Anang.
Maraknya kejahatan digital yang kerap terjadi dewasa ini, menjadi keprihatinan Djaka Dwiandi Purwaningtijasa selaku konten kreator dan fotografer arsitektural. Sebagai narasumber kedua kegiatan webinar, Djaka menyampaikan cara menggunakan media digital dengan aman terutama untuk anak. Digital Safety perlu diterapkan sedari dini untuk mencegah tersebarnya informasi pribadi ke pihak tidak bertanggung jawab. Selain itu, juga perlu membangun kebiasaan menggunakan media digital secara aman dengan mengidentifikasi informasi. Pastikan informasi yang kita dapat berasal dari sumber yang terpercaya dan kredibel lalu periksa ulang informasi melalui sumber lain untuk mendapatkan validasi.
“Berperilaku lah secara etis dan jangan menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenaran nya. Gunakan media sosial dengan bijak dan aman, serta patuhi peraturan di dalam bermedia digital. Be smart, be safe and behave,” tegas Djaka.
Kegiatan webinar dilanjutkan dengan paparan dari narasumber pertama, dosen komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Anang Masduki, Ph.D. Etika digital menjadi fokus pertama yang disampaikan Anang. Selayaknya di kehidupan nyata, sopan santun, mawas diri serta kemampuan memilah hal positif dan negatif juga harus diterapkan di dunia digital. Dalam menggunakan media digital, anak harus diberi pemahaman sedari dini untuk bisa mawas diri, paham akan budaya Indonesia serta memberi informasi mengenai bahaya cyber bullying.
“Media digital kalian adalah cerminan dari kepribadian diri kalian, masa depan adik – adik masih panjang. Jadi isilah dengan hal – hal positif yang bisa menunjang masa depan kalian dan selalu mengedepankan etika,” ujar Anang.
Maraknya kejahatan digital yang kerap terjadi dewasa ini, menjadi keprihatinan Djaka Dwiandi Purwaningtijasa selaku konten kreator dan fotografer arsitektural. Sebagai narasumber kedua kegiatan webinar, Djaka menyampaikan cara menggunakan media digital dengan aman terutama untuk anak. Digital Safety perlu diterapkan sedari dini untuk mencegah tersebarnya informasi pribadi ke pihak tidak bertanggung jawab. Selain itu, juga perlu membangun kebiasaan menggunakan media digital secara aman dengan mengidentifikasi informasi. Pastikan informasi yang kita dapat berasal dari sumber yang terpercaya dan kredibel lalu periksa ulang informasi melalui sumber lain untuk mendapatkan validasi.
“Berperilaku lah secara etis dan jangan menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenaran nya. Gunakan media sosial dengan bijak dan aman, serta patuhi peraturan di dalam bermedia digital. Be smart, be safe and behave,” tegas Djaka.
Lihat Juga :