Dukung Pemilu Damai dan Lancar, Mahasiswa Waspadai Intervensi Asing

Selasa, 13 Februari 2024 - 23:01 WIB
Sementara Presiden Mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Pier Lailossa mengatakan bukan hal yang baru bila asing melakukan intervensi ke suatu negara. Dia mencontohkan intervensi kepada negara lain dilakukan China kepada Taiwan dan Rusia terhadap Latvia.

Maka bila melihat dari sisi dampak, menurut Pier, perlu ada upaya dari setiap warga negara dan pemerintah mengawasi gerak gerik dari negara asing secara langsung atau secara tidak langsung dengan melalui organisasi yang berafiliasi kepada negara asing tersebut. ”Menjadi menarik ketika saya melihat kenaikan signifikan akan isu yang dibawa mahasiwa dengan isu pemakzulan,” ujarnya.

Melihat kondisi demikian, lanjut Pier, sangat diperlukan kepandaian para mahasiwa menerima informasi dan mempertajam kajian sebelum terlibat pada suatu gerakan. ”Mahasiswa seharusnya mengawal isu Pemilu yang damai dan jujur dan adil serta transparan, bukan memainkan isu pemakzulan menjelang Pemilu,” tandasnya. Baca juga: Prihatin Krisis Etika dan Demokrasi di Indonesia, Ini 5 Poin Pernyataan Sikap PPI Utrecht

Sedangkan Presiden Mahasiwa UKI Roberto Vaildo mengatakan sangat disayangkan mahasiswa bergerak dengan membawa isu pemakzulan. Seharusnya mahasiswa lebih mengetahui tata cara atau alur pengangkatan dan pemberhentian Presiden secara konstitusional. Bukan malah melakukan framing dengan isu pemakzulan. Seharusnya mahasiswa mengawal demokrasi berjalan lancar bukan terpengaruh akan isu yang dimainkan oleh kelompok tertentu.

”Isu pemakzulan perlu diamati secara rinci karena tensinya naik secara signifikan dan ini bukan dalam gaya dari gerakan mahasiswa. Maka saya mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pemilu ini berjalan baik dan lancar tanpa gangguan,” tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!