Bivitri Susanti: Pesan Utama Film Dirty Vote Kekuasaan Bisa Disalahgunakan untuk Kepentingan Politik

Selasa, 13 Februari 2024 - 18:38 WIB
Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menyebut pesan utama dari film dokumenter Dirty Vote menunjukkan kekuasaan bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik. Foto/MPI
JAKARTA - Ahli Hukum Tata Negara sekaligus pemeran dalam film dokumenter Dirty Vote yang membahas dugaan kecurangan Pemilu 2024, Bivitri Susanti menyebut pesan utama dari film yang disutradarai Dandhy Laksono itu menunjukkan kekuasaan bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Hal itu disampaikan dalam 'Webinar Bedah Film Dirty Vote untuk Kawal Pemilu Jurdil' secara virtual bersama LP3ES dan Universitas Paramadina pada Selasa (13/2/2024).



Baca juga: Kenapa Film Dirty Vote Dirilis di Masa Tenang Pemilu? Ini Kata Zainal Arifin Mochtar

"Jadi tentu saja pesan utamanya adalah untuk menunjukkan bagaimana kekuasaan bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik. Jadi pesan utamanya itu," ujar Bivitri.

Bivitri juga menepis isu soal dirinya bersama Feri Amsari dan Zainal Arifin Mochtar sebagai pemeran terafiliasi dengan partai politik tertentu. Ia pun berkelakar orang yang menyebut film terafiliasi dengan partai tertentu jarang nonton.

"Kalau ada yang nuduh segala macam bahkan seberapa pun kami tidak ikut paslon mana mana dan partai mana sudah dikaitkan tuh. Tadi pagi saya baru lihat katanya saya orang Nasdem terus Feri Amsari dibilangnya PKS dan Uceng PDIP segala macam lah. Tapi banyak yang bertanya gimana paslon ini, paslon ini saya kira orang yang bertanya kurang oke nangkap pesannya mungkin jarang nonton film kali ya," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!