Hindari Hoaks Covid-19 dengan Validasi Data
Kamis, 13 Agustus 2020 - 06:45 WIB
Hoaks memang menjadi masalah serius dalam penanganan Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebut banyaknya konten negatif di media sosial ikut menghambat pengendalian Covid-19 di Tanah Air. Pasalnya konten yang berisi kabar bohong atau hoaks itu memengaruhi perilaku masyarakat untuk tidak patuh terhadap protokol kesehatan. (Baca juga: Kemendikbud Luncurkan gerakan 1 Juta Masker)
Fakta ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, (13/7). Untuk mengatasi kondisi tersebut Doni mengajak semua pihak menerapkan pendekatan berbasis kearifan lokal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Doni pun berterus terang mengeluhkan adanya figur publik di Indonesia yang menyebarkan informasi mengenai obat Covid-19 . Pasalnya obat Covid-19 belum ditemukan. Doni mengaku bakal menerima masukan dari pihak mana pun yang mengklaim menemukan obat herbal untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Namun dia menegaskan, siapa pun tidak boleh mengklaim bahwa itu obat Covid-19.
Diketahui, belakangan ini masyarakat dihebohkan oleh seseorang bernama Hadi Pranoto yang mengklaim sebagai ahli mikrobiologi dan menemukan obat Covid-19 yang berasal dari bahan-bahan herbal. Klaim tersebut tersebar luas setelah musisi dan Youtuber Erdian Anji Prihartanto alias Anji mewawancarai Hadi Pranoto melalui akun Youtube-nya hingga keduanya terancam berurusan dengan hukum karena dianggap menyebarkan hoaks.
Tetap Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan
Pada kesempatan diskusi virtual di Kominfo, Juru Bicara Pemerintah yang juga Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengajak masyarakat Indonesia mengisi kemerdekaan RI yang dirayakan setiap 17 Agustus dengan disiplin dan menerapkan protokol kesehatan. Dia menandaskan, dengan menjalankan protokol kesehatan aktivitas ekonomi juga akan berjalan dengan baik.
“Dengan demikian aktivitas ekonominya jadi bisa berjalan dengan baik dan ini tentu dimaksudkan agar bisa tetap produktif dan selalu aman Covid,” ujar dia. (Baca juga: Memilukan, Ayah Bunuh Bayinya karena Kesal Istrinya Menolak Diajak Wikwik)
Dia menandaskan jangan sampai disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan dengan sanksi sosial ataupun dengan denda. Dalam pandangannya, pelaksanaan protokol kesehatan melalui penegakan budaya merupakan langkah terbaik. Masyarakat sudah harus sadar untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar tetap aman dari Covid-19.
Fakta ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, (13/7). Untuk mengatasi kondisi tersebut Doni mengajak semua pihak menerapkan pendekatan berbasis kearifan lokal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Doni pun berterus terang mengeluhkan adanya figur publik di Indonesia yang menyebarkan informasi mengenai obat Covid-19 . Pasalnya obat Covid-19 belum ditemukan. Doni mengaku bakal menerima masukan dari pihak mana pun yang mengklaim menemukan obat herbal untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Namun dia menegaskan, siapa pun tidak boleh mengklaim bahwa itu obat Covid-19.
Diketahui, belakangan ini masyarakat dihebohkan oleh seseorang bernama Hadi Pranoto yang mengklaim sebagai ahli mikrobiologi dan menemukan obat Covid-19 yang berasal dari bahan-bahan herbal. Klaim tersebut tersebar luas setelah musisi dan Youtuber Erdian Anji Prihartanto alias Anji mewawancarai Hadi Pranoto melalui akun Youtube-nya hingga keduanya terancam berurusan dengan hukum karena dianggap menyebarkan hoaks.
Tetap Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan
Pada kesempatan diskusi virtual di Kominfo, Juru Bicara Pemerintah yang juga Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengajak masyarakat Indonesia mengisi kemerdekaan RI yang dirayakan setiap 17 Agustus dengan disiplin dan menerapkan protokol kesehatan. Dia menandaskan, dengan menjalankan protokol kesehatan aktivitas ekonomi juga akan berjalan dengan baik.
“Dengan demikian aktivitas ekonominya jadi bisa berjalan dengan baik dan ini tentu dimaksudkan agar bisa tetap produktif dan selalu aman Covid,” ujar dia. (Baca juga: Memilukan, Ayah Bunuh Bayinya karena Kesal Istrinya Menolak Diajak Wikwik)
Dia menandaskan jangan sampai disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan dengan sanksi sosial ataupun dengan denda. Dalam pandangannya, pelaksanaan protokol kesehatan melalui penegakan budaya merupakan langkah terbaik. Masyarakat sudah harus sadar untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar tetap aman dari Covid-19.
Lihat Juga :