Seruan Kebangsaan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Seluruh Indonesia

Senin, 05 Februari 2024 - 15:50 WIB
Alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi se-Indonesia mengungkapkan suara kebangsaan atas situasi politik di tanah air bertajuk ‘Seruan Jembatan Serong. Foto/Ist
JAKARTA - Tak mau kalah dengan civitas akademi di banyak perguruan tinggi lain,para alumniSekolah Tinggi Filsafat dan Teologi se-Indonesia juga mengungkapkan keprihatinan atas situasi politik di tanah air. Suara kebangsaan bertajuk ‘Seruan Jembatan Serong” ini berisi 3 butir pernyataan penting.

Pemilihan Umum yang jujur dan adil adalah langkah penting dari setiap proses peralihan pemerintahan dan lembaga perwakilan di Indonesia, sejak Reformasi 1998. Dua asas ini bukan saja untuk menjamin setiap suara dihargai, melainkan lebih dari itu, sebagai ajaran etika politik kita.



Kepada segenap pemangku jabatan negara dan pemerintahan, khususnya kepada Presiden, diingatkan bahwa bersikap jujur dan adil adalah cara berpikir dan laku dalam bernegara. Kekuasaan yang dijalankan secara lancung akan merusak etika dan juga hukum.

“Kami mengawasi, khususnya sejak Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang meloloskan putra Anda menjadi calon wakil presiden, Anda makin menjauh dari harapan yang diamanatkan oleh pemilih Anda, terutama menyangkut netralitas sikap negara dan kontinuitas perjuangan Reformasi melawan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam pelbagai bentuknya,” ujar," demikian seruan Jembatan Serong dalam rilis resminya, Senin (5/1/2024)

Baca juga: Ini 4 Seruan dari Guru Besar dan Alumni UI, Salah Satunya Pemilu Tanpa Intimidasi
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!