Jaga Marwah Demokrasi, GNB Harus Jadi Alarm dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024

Senin, 15 Januari 2024 - 21:11 WIB
Afit mengharap akan banyak gerakan serupa dari banyak kelompok di Indonesia untuk bersama-sama menjaga murwah demokrasi. "Kiai Ma'ruf, Ibu Shinta Wahid, Presiden SBY dan para figur lainnya diharapkan mampu menjadi teladan dan magnet positif bagi masyarakat Indonesia, terutama kelompok muda dengan sekitar 104 juta pemilih nantinya," ujarnya.

Afit juga menegaskan, GNB harus menjadi refleksi bagi aktor politik terkait inti dari politik. "Bagi aktor politik, GNB juga dapat menjadi refleksi bagi mereka. Bagaimana seharusnya politik itu diselenggarakan. Inti dari politik adalah kemanusiaan," tegasnya.

Baca juga: Suarakan Pemilu Jurdil, Mahfud MD: Aspirasi Rakyat Akan Cari Jalannya Sendiri untuk Menang

Selain itu, GNB juga patut untuk direfleksikan oleh para penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu dalam menghadapi sorotan publik atas kinerja mereka, baik dalam penyelenggaraan, pengawasan, maupun memproses pelanggaran pemilu. "Bagi penyelenggara pemilu dan pihak terkait lainnya. Pesan moral dalam GNB harus menjadi alarm penting bagaimana mereka harus bekerja," katanya.

Manajer Program Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengapresiasi pertemuan-pertamuan yang dilakukan oleh GNB tersebut. Fadli menegaskan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk bersama mewujudkan dan memastikan masa depan bangsa termasuk menciptakan Pemilu 2024 adil dan bermartabat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!