Mahfud MD Bongkar Skandal Korupsi Sektor Maritim, Libatkan Aparat hingga Pejabat Daerah
Sabtu, 13 Januari 2024 - 07:34 WIB
"Natuna Utara itu banyak ikan yang dicuri oleh negara tetangga, nelayan lokal tidak berdaya karena kapal nelayan lokal itu kecil-kecil, dibatasi oleh menteri perikanan, kapal (kecil) yang ke sana tidak boleh dari sekian km, bahaya," papar Mahfud.
Meski demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku sempat mengupayakan untuk mengirim sekitar 100 kapal untuk mengakomodir para nelayan lokal. Minyak akan diberikan subdisi agar bisa sampai ke tengah laut dan menangkap ikan bersama kapal asing.
"Tapi setelah kapal sampai di sana, tidak kebagian minyak subsidi, dicuri oleh aparat dijual di tengah laut, dititipkan ke pom bensin, padahal itu minyak subsidi, sehingga kapal dari Jawa tengah pulang. Pak kami tidak mendapat membeli minyak subsidi, kami malah rugi sampai di sini, ini kan karena korupsi," kata Mahfud.
Baca juga: Mahfud MD Bakal Ubah Aturan Batas Usia Maksimal Pelamar Kerja
"Mari kita sama-sama, mau diapakan ini laut kita, laut kita kaya raya, mari kita kelola sama-sama, kta punya banyak ahli kelautan," tutupnya.
Meski demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku sempat mengupayakan untuk mengirim sekitar 100 kapal untuk mengakomodir para nelayan lokal. Minyak akan diberikan subdisi agar bisa sampai ke tengah laut dan menangkap ikan bersama kapal asing.
"Tapi setelah kapal sampai di sana, tidak kebagian minyak subsidi, dicuri oleh aparat dijual di tengah laut, dititipkan ke pom bensin, padahal itu minyak subsidi, sehingga kapal dari Jawa tengah pulang. Pak kami tidak mendapat membeli minyak subsidi, kami malah rugi sampai di sini, ini kan karena korupsi," kata Mahfud.
Baca juga: Mahfud MD Bakal Ubah Aturan Batas Usia Maksimal Pelamar Kerja
"Mari kita sama-sama, mau diapakan ini laut kita, laut kita kaya raya, mari kita kelola sama-sama, kta punya banyak ahli kelautan," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :