Mahfud MD Bongkar Skandal Korupsi Sektor Maritim, Libatkan Aparat hingga Pejabat Daerah

Sabtu, 13 Januari 2024 - 07:34 WIB
loading...
Mahfud MD Bongkar Skandal...
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD bongkar skandal korupsi sektor maritim di Indonesia yang terjadi di tengah laut. Foto/TPN
A A A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD bongkar skandal korupsi sektor maritim di Indonesia yang terjadi di tengah laut. Akhirnya, hingga saat ini Indonesia tidak bisa memanfaatkan secara optimal kelayakan sumber daya kelauatan itu sendiri.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menjelaskan praktik korupsi di tengah laut itu dimuluskan oleh tangan-tangan aparat penegak hukum hingga pejabat di daerah.Baca juga: Halaqah Kebangsaan di Bangil, Mahfud MD Dorong Program Kesejahteraan untuk Semua Guru Agama

"Kita ingin membangun negara maritim yang demokratis, 2/3 dari kekayaan kita ini laut, tapi laut ini tidak terkelola dengan baik, sehingga di utara, Laut Natuna, itu selaku dimasuki kapal asing dan kita kadang kala diam saja karena itu ada permainan," ujar Mahfud di Surabaya, Jumat (12/1/2024).

Mahfud juga memberikan salah satu contoh praktik korupsi yang terjadi di tengah laut. Saat itu ada sebuah kapal dari Irian yang melakukan transaksi minyak secara ilegal dan akhirnya sempat tertangkap.

"Lalu ada pejabat yang bilang, wah itu tidak apa-apa, ndak boleh berlaku protokol Indonesia, berlaku protokol Tokyo, dikembalikan saja lalu didenda Rp1 miliar. Saya bilang ndak bisa, tangkap, dihukum, mencuri di laut kita, ini laut," jelasnya.

Kemudian di sektor perikanan, Mahfud mengatakan saat ini ada ketentuan yang mengatur batas minimal kapal yang dapat berlayar ke Laut Natuna karena pertimbangan keamanan. Sehingga kapal nelayan kecil tidak bisa berlayar untuk menangkap ikan di laut tersebut.

"Natuna Utara itu banyak ikan yang dicuri oleh negara tetangga, nelayan lokal tidak berdaya karena kapal nelayan lokal itu kecil-kecil, dibatasi oleh menteri perikanan, kapal (kecil) yang ke sana tidak boleh dari sekian km, bahaya," papar Mahfud.

Meski demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku sempat mengupayakan untuk mengirim sekitar 100 kapal untuk mengakomodir para nelayan lokal. Minyak akan diberikan subdisi agar bisa sampai ke tengah laut dan menangkap ikan bersama kapal asing.

"Tapi setelah kapal sampai di sana, tidak kebagian minyak subsidi, dicuri oleh aparat dijual di tengah laut, dititipkan ke pom bensin, padahal itu minyak subsidi, sehingga kapal dari Jawa tengah pulang. Pak kami tidak mendapat membeli minyak subsidi, kami malah rugi sampai di sini, ini kan karena korupsi," kata Mahfud.

Baca juga: Mahfud MD Bakal Ubah Aturan Batas Usia Maksimal Pelamar Kerja

"Mari kita sama-sama, mau diapakan ini laut kita, laut kita kaya raya, mari kita kelola sama-sama, kta punya banyak ahli kelautan," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Rekomendasi
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved