Presiden Tak Patut Komentari Debat Capres
Kamis, 11 Januari 2024 - 13:54 WIB
Direktur Eksekutif Perludem, Khairunnisa Nur Agustyati khawatir adanya intervensi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyusul komentar Presiden Joko Widodo terkait debat Pilpres. Namun ia masih berharap KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan bersikap profesional, sehingga jalannya pemilu tidak terganggu, terjaga Jujur dan Adil.
"Saya rasa sekarang semua mengawasi, baik publik, pengawas pemilu, dan juga antarpeserta pemilu juga mengawasi penyelenggara pemilu untuk bisa independen," katanya.
Kritik Jokowi terkait format debat, menurut Khairunnisa, menimbulkan asumsi publik bahwa presiden cawe-cawe dalam teknis penyelenggaraan pemilu. Sebab, format debat Pilpres yang ada sekarang sudah disepakati semua tim pasangan calon, sehingga harusnya tidak menjadi masalah.
"Format debat yang ada ini kan sebetulnya formatnya juga sudah disepakati juga dengan tim pasangan calon, dan KPU memutuskannya secara independen," katanya.
Sementara itu, KPU menyatakan tidak akan mengubah format debat Pilpres 2024. "Karena kalau diubah, nanti jadi pertanyaan, kenapa diubah? Karena sudah tiga kali debat, kenapa polanya diubah? Jadi, kalau sudah jadi pola, sudah pakemnya, ya kita ikuti. Kalau ada perubahan pasti akan menimbulkan pertanyaan berikutnya," kata Ketua KPU Hasyim Asyari.
"Saya rasa sekarang semua mengawasi, baik publik, pengawas pemilu, dan juga antarpeserta pemilu juga mengawasi penyelenggara pemilu untuk bisa independen," katanya.
Kritik Jokowi terkait format debat, menurut Khairunnisa, menimbulkan asumsi publik bahwa presiden cawe-cawe dalam teknis penyelenggaraan pemilu. Sebab, format debat Pilpres yang ada sekarang sudah disepakati semua tim pasangan calon, sehingga harusnya tidak menjadi masalah.
"Format debat yang ada ini kan sebetulnya formatnya juga sudah disepakati juga dengan tim pasangan calon, dan KPU memutuskannya secara independen," katanya.
Sementara itu, KPU menyatakan tidak akan mengubah format debat Pilpres 2024. "Karena kalau diubah, nanti jadi pertanyaan, kenapa diubah? Karena sudah tiga kali debat, kenapa polanya diubah? Jadi, kalau sudah jadi pola, sudah pakemnya, ya kita ikuti. Kalau ada perubahan pasti akan menimbulkan pertanyaan berikutnya," kata Ketua KPU Hasyim Asyari.
(abd)
Lihat Juga :