Partai Perindo Dukung Gagasan Ganjar Terkait Pembentukan Dubes Siber

Minggu, 07 Januari 2024 - 23:22 WIB
Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut bagaimana Indonesia menjalankan peran ini jelas akan memiliki dampak yang berkesinambungan terhadap arsitektur politik dan militer pertahanan kawasan.

”Dalam kaitan KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila tampil dan berbicara masalah Indo-Pacific seyogyanya disesuaikan dengan sikon geopolitik yang berlaku, bukan dengan pelbagai data teori secara umum, sebaiknya dengan data intelijen,” katanya.

Baca juga: Ketua DPP Perindo: Kemandirian Produksi Alutsista Kunci Efektivitas Sishankamrata

”Karena Indo-Pasific (Inpac) adalah konsep AS, disarankan Jokowi menyampaikan pentingnya masalah stabilitas kawasan. Tujuan AS dengan Inpac adalah stabilitas, inilah inti persoalan,” sambungnya.

Pengamat militer dan intelijen ini menekankan kerja sama intelijen antarnegara ASEAN adalah sebuah keniscayaan agar negara non ASEAN tak dapat melakukan data collection semaunya di negara-negara ASEAN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!