Kepala BKKBN: Keluarga Harus Dijadikan Arus Utama Pembangunan Manusia
Kamis, 14 Desember 2023 - 18:25 WIB
“Pagi tadi, kami berdiskusi dengan teman-teman dari TNI AD terkait penanganan stunting dimana fokusnya adalah pada tindakan nyata, seperti memberikan pesan edukatif untuk mengubah perilaku anak yang suka makan snack, yang ternyata bisa mengurangi nafsu makan, dan selain itu, kami juga membahas perlunya penguatan SOP yang sudah ada untuk mengurangi kesalahan, terutama di level posyandu, sesuai dengan arah transformasi kesehatan yang menekankan pentingnya pelayanan primer,” ucap Lalu Hamzi. Ia juga mengharapkan semoga gerakan seperti bakti stunting atau orang tua asuh dapat berlanjut.
Inovasi Desa
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Lalu Makripuddin yang juga menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa walaupun angka prevalensi stunting di NTB pada data SSGI Tahun 2022 masih 32,7%, tapi sepanjang tahun 2023 banyak inovasi-inovasi yang dilakukan dalam upaya menurunkan stunting.
“Di Nusa Tenggara Barat ini banyak sekali melakukan inovasi. Bahkan setiap desa memiliki inovasi. Kemarin di Sumba Barat Ijin Pak Wakil, kami bersama Pak Wakil membuka pelatihan inovasi percepatan penurunan stunting bagi TPPS Desa. Hampir semua desa ikut lomba itu dan semuanya memiliki inovasi. Demikian juga pada level kabupaten, level provinsi, inovasi banyak kita sudah telurkan."
Baca juga: Kepala BKKBN Tekankan Pentingnya Persiapkan Diri Sambut Bonus Demografi
"Alhamdulillah kemudian Bapak Pejabat Gubernur kemarin menerima penghargaan dari Bapak Menteri dalam negeri sebagai provinsi sangat inovatif. Kami yakin, Bapak Kepala Dinas Kesehatan yang mewakili Bapak Pejabat Gubernur juga yakin. Salah satu kenapa kita terpilih dan mendapatkan penghargaan menjadi provinsi paling inovatif. Salah satunya karena banyak inovasi dalam percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Inovasi Desa
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Lalu Makripuddin yang juga menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa walaupun angka prevalensi stunting di NTB pada data SSGI Tahun 2022 masih 32,7%, tapi sepanjang tahun 2023 banyak inovasi-inovasi yang dilakukan dalam upaya menurunkan stunting.
“Di Nusa Tenggara Barat ini banyak sekali melakukan inovasi. Bahkan setiap desa memiliki inovasi. Kemarin di Sumba Barat Ijin Pak Wakil, kami bersama Pak Wakil membuka pelatihan inovasi percepatan penurunan stunting bagi TPPS Desa. Hampir semua desa ikut lomba itu dan semuanya memiliki inovasi. Demikian juga pada level kabupaten, level provinsi, inovasi banyak kita sudah telurkan."
Baca juga: Kepala BKKBN Tekankan Pentingnya Persiapkan Diri Sambut Bonus Demografi
"Alhamdulillah kemudian Bapak Pejabat Gubernur kemarin menerima penghargaan dari Bapak Menteri dalam negeri sebagai provinsi sangat inovatif. Kami yakin, Bapak Kepala Dinas Kesehatan yang mewakili Bapak Pejabat Gubernur juga yakin. Salah satu kenapa kita terpilih dan mendapatkan penghargaan menjadi provinsi paling inovatif. Salah satunya karena banyak inovasi dalam percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
(kri)
Lihat Juga :