Ledakan di Beirut Bisa Jadi Pelajaran bagi Indonesia Simpan Bahan Peledak

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 09:04 WIB
Sebuah kendaraan rusak terlihat di lokasi ledakan di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Foto/REUTERS/Mohamed Azakir
JAKARTA - Komisi I DPR mendesak Pemerintah Indonesia membantu Lebanon yang tengah ditimpah musibah akibat ledakan amonium nitrat . Bencana ini juga menjadi pelajaran bagi Indonesia agar berhati-hati dalam menyimpan bahan-bahan yang mudah meledak.

Anggota Komisi I DPR, Sukamta mengatakan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon harus memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat dan pemerintah di sana. Meskipun perekonomian dalam negeri sedang tidak baik, Indonesia sebagai negara sahabat tetap perlu memberikan bantuan untuk memulihkan keadaan di Lebanon. (Baca juga: Ledakan di Beirut, Jokowi: Indonesia Bersama Lebanon)



Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengapresiasi Duta Besar Indonesia Hajriyanto Y Thohari yang bergerak cepat untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di sana. Kontingen Garuda yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Unifill pun tak kalah sigap dengan ikut membantu evakuasi korban.

“KBRI di Lebanon terus memantau kondisi WNI dan memberikan bantuan yang memadai jika diperlukan. Mengingat peristiwa ini mungkin akan membuat situasi krisis di Lebanon lebih buruk, KBRI perlu mengantisipasi hal ini. Kita tentu tidak berharap hal itu terjadi,” ujarnya melalui keterangan resmi kepada SINDOnews , Jumat (7/8/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!