Fantastis! Perputaran Uang Sindikat Narkotika Fredy Pratama Capai Rp51 Triliun Sejak 2013
Rabu, 13 September 2023 - 07:52 WIB
PPATK mengungkap perputaran uang sindikat narkotika jaringan internasional Fredy Pratama mencapai Rp51 triliun sejak 2013 hingga 2023. Foto/MPI
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap perputaran uang sindikat narkotika jaringan internasional Fredy Pratama mencapai Rp51 triliun sejak 2013 hingga 2023.
"Sementara perputaran terkait dengan sindikat narkoba internasional ini (Fredy Pratama) tadi tercatat ada 51 triliun sepanjang 2013-2023," ujar Sekretaris Utama PPATK Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar saat konferensi di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Baca juga: Fredy Pratama Operasi Plastik Ubah Wajah, Buron Sejak 2014
Hal itu, kata Alberd, berdasarkan 32 Laporan Hasil Analisis (LHA) yang berisi identitas para pelaku, serta perusahaan yang terafiliasi dengan sindikat tersebut.
"Selanjutnya PPATK menindaklanjuti dengan memberikan hasil analisis secara bertahap, tercatat ada 32 hasil analisis yang berisi identitas para pelaku sekaligus perusahaan perusahaan yang terafiliasi," jelasnya.
Alberd Teddy menegaskan bahwa pihaknya juga melakukan rapat koordinasi dengan intelijen Thailand, guna mendektesi seluruh keberadaan aset tersangka yang berada di luar negeri.
"Sementara perputaran terkait dengan sindikat narkoba internasional ini (Fredy Pratama) tadi tercatat ada 51 triliun sepanjang 2013-2023," ujar Sekretaris Utama PPATK Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar saat konferensi di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Baca juga: Fredy Pratama Operasi Plastik Ubah Wajah, Buron Sejak 2014
Hal itu, kata Alberd, berdasarkan 32 Laporan Hasil Analisis (LHA) yang berisi identitas para pelaku, serta perusahaan yang terafiliasi dengan sindikat tersebut.
"Selanjutnya PPATK menindaklanjuti dengan memberikan hasil analisis secara bertahap, tercatat ada 32 hasil analisis yang berisi identitas para pelaku sekaligus perusahaan perusahaan yang terafiliasi," jelasnya.
Alberd Teddy menegaskan bahwa pihaknya juga melakukan rapat koordinasi dengan intelijen Thailand, guna mendektesi seluruh keberadaan aset tersangka yang berada di luar negeri.
Lihat Juga :