KPU Pede Tidak Ada Data Aneh pada DPT Pemilu 2024
Kamis, 22 Juni 2023 - 14:34 WIB
Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos (tiga dari kanan) dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2023). Foto/Irfan Maulana/MPI
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) percaya diri alias pede tidak ada data aneh pada daftar pemilih tetap ( DPT ) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. KPU mengaku masih berusaha menyelesaikan masalah data pemilih ganda dan tidak sah.
"Insyaallah tidak ada data aneh dalam DPS (daftar pemilih sementara, red), DPSHP (daftar pemilih sementara hasil perbaikan, red), dan nanti ditingkatkan jadi DPT," ujar Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis, (22/6/2023).
Dia mengatakan penyelesaian masalah itu bahkan hampir 100 persen rampung. Dia menuturkan, terdapat 672 data pemilih ganda dalam suatu provinsi yang belum diselesaikan. Jumlah itu berasal dari sekitar 204 data pemilih yang ada atau 0,0003 persen.
Baca juga: KPU Diminta Jelaskan Temuan 52 Juta Data Pemilih Janggal
"Ganda antarprovinsi 1.034 pemilih (yang belum diselesaikan), itu 0,0005 persen. Jadi, data kegandaan sudah ditekan sedemikian rupa dari 204 juta pemilih, tinggal ini PR-nya (pekerjaan rumah, red)," ujarnya.
Dari total jumlah data pemilih tersebut, lanjut Betty, data yang tidak sah dan belum diselesaikan tersisa 450. Data itu merupakan masyarakat di bawah usia 17 tahun yang terdaftar sebagai pemilih untuk Pemilu 2024.
"Insyaallah tidak ada data aneh dalam DPS (daftar pemilih sementara, red), DPSHP (daftar pemilih sementara hasil perbaikan, red), dan nanti ditingkatkan jadi DPT," ujar Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis, (22/6/2023).
Dia mengatakan penyelesaian masalah itu bahkan hampir 100 persen rampung. Dia menuturkan, terdapat 672 data pemilih ganda dalam suatu provinsi yang belum diselesaikan. Jumlah itu berasal dari sekitar 204 data pemilih yang ada atau 0,0003 persen.
Baca juga: KPU Diminta Jelaskan Temuan 52 Juta Data Pemilih Janggal
"Ganda antarprovinsi 1.034 pemilih (yang belum diselesaikan), itu 0,0005 persen. Jadi, data kegandaan sudah ditekan sedemikian rupa dari 204 juta pemilih, tinggal ini PR-nya (pekerjaan rumah, red)," ujarnya.
Dari total jumlah data pemilih tersebut, lanjut Betty, data yang tidak sah dan belum diselesaikan tersisa 450. Data itu merupakan masyarakat di bawah usia 17 tahun yang terdaftar sebagai pemilih untuk Pemilu 2024.
Lihat Juga :