Urgensi EducaSex bagi Remaja Autis

Minggu, 11 Juni 2023 - 07:05 WIB
Pentingnya hal tersebut didasarkan penelitian yang dilakukan Ruble & Dalrymple (1993) terhadap 100 remaja autis. Penelitian ini menunjukkan kelaziman remaja autis yang melakukan aktivitas seksual yang kurang pantas. Di antaranya menyentuh bagian pribadi (65%), melepas pakaian di tempat umum (28%), masturbasi di tempat umum (23%), menyentuh organ seks lawan jenis (18%) dan masturbasi dengan menggunakan barang yang aneh atau tidak tepat (14%). Oleh karenanya, pendidikan edukasi tentang seks bagi remaja autis bersifat sangat penting.

Peran Penting Orang Tua terkait Pendidikan Seks

Peran orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak-anak autis dalam menghadapi masa-masa remaja mereka. Dengan persiapan, penjelasan dan bimbingan dari orang tua, mereka akan lebih siap untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada masa pubertas mereka (Nugraheni & Tsaniyah, 2020).

Peran orang tua bagi anak-anak autisme dikehidupan sehari-harinya sangatlah penting. Sama halnya terkait pendidikan seks, peran orang tua terutama ibu bagi remaja autis menjadi hal yang sangat dominan.

Gangguan otak pada anak-anak autisme pada umumnya tidak dapat disembuhkan. Tetapi dapat ditanggulangi dengan cara intervensi sedini mungkin melalui terapi dini, terpadu dan intensif.

Oleh karenanya, orang tua dengan bantuan guru dan terapis harus melatih dan mengembangkan kemandirian anak-anak autis sehingga capaiannya bukan hanya dari sisi akademisnya saja. Fokus melatih dan mengembangkan kemandirian anak-anak autis ini.

Tujuannya mengurangi ketergantungan mereka kepada orang lain dalam kegiatan rutin sehari-harinya, karena mereka akan menjadi dewasa suatu hari nanti. Jika tidak dilatih dan diajarkan sedini mungkin akan sulit nantinya dan tidak akan terbiasa (Ayuningtyas, 2021).
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!