Soal Cawapres Ganjar, PPP Akui Nama Sandiaga Paling Banyak Diusulkan di Rapimnas
Selasa, 02 Mei 2023 - 11:36 WIB
Soal duet Ganjar-Sandiaga diyakini menang, Rommy menegaskan bahwa masih terlalu dini soal itu. "Masih terlalu pagi lah (Ganjar-Sandi menang)," kata Rommy.
Namun, Rommy menegaskan bahwa PPP tetap akan mengusung Ganjar terlepas dari Sandiaga dijadikan cawapres atau tidak. Karena sejarah PPP dengan Ganjar sendiri sudah cukup panjang, mulai dari kader PPP yang mendampingi Ganjar di Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2018 lalu, hingga keluarga Ganjar yang rumahnya digunakan sebagai Kantor DPC PPP.
"Sejarah keterlibatan PPP dengan Pak Ganjar itu sudah cukup panjang, kita mengusung Pak Ganjar di Pilgub 2018 bahkan wakilnya adalah kader PPP. Bahkan keluarga beliau kader PPP, mertua beliau rumahnya masih menjadi Kantor DPC PPP sampai tahun lalu, jadi terlalu panjang. Apalagi saya satu daerah pemilihan dengan Mas Ganjar, kita berkampanye bersama, meskipun kita beda partai," terang Rommy.
Karena itu, kata Rommy, soal penentuan cawapres ini masih akan menunggu. Apalagi ada sinyal adanya sejumlah parpol Parlemen yang akan bergabung sehingga kebersamaan itu dimulai dari pengusungan capres-cawapresnya.
"Kalau kita menetapkan atau memutuskannya hari ini, sama dengan mengirim pesan keluar bahwa seolah-olah kita tidak terima tambahan partai pengusung lagi," tegasnya.
Terkait Sandiaga yang belum juga bergabung ke PPP, Rommy melihat, Menparekraf itu sedang berusaha untuk menggeser diri pada titik netralnya terlebih dahulu karena baru saja mengundurkan diri dari Partai Gerindra. PPP juga tidak ingin memburu-buru Sandiaga karena sebelum mengundurkan diri sudah menyampaikan itu ke Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono.
Namun, Rommy menegaskan bahwa PPP tetap akan mengusung Ganjar terlepas dari Sandiaga dijadikan cawapres atau tidak. Karena sejarah PPP dengan Ganjar sendiri sudah cukup panjang, mulai dari kader PPP yang mendampingi Ganjar di Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2018 lalu, hingga keluarga Ganjar yang rumahnya digunakan sebagai Kantor DPC PPP.
"Sejarah keterlibatan PPP dengan Pak Ganjar itu sudah cukup panjang, kita mengusung Pak Ganjar di Pilgub 2018 bahkan wakilnya adalah kader PPP. Bahkan keluarga beliau kader PPP, mertua beliau rumahnya masih menjadi Kantor DPC PPP sampai tahun lalu, jadi terlalu panjang. Apalagi saya satu daerah pemilihan dengan Mas Ganjar, kita berkampanye bersama, meskipun kita beda partai," terang Rommy.
Karena itu, kata Rommy, soal penentuan cawapres ini masih akan menunggu. Apalagi ada sinyal adanya sejumlah parpol Parlemen yang akan bergabung sehingga kebersamaan itu dimulai dari pengusungan capres-cawapresnya.
"Kalau kita menetapkan atau memutuskannya hari ini, sama dengan mengirim pesan keluar bahwa seolah-olah kita tidak terima tambahan partai pengusung lagi," tegasnya.
Terkait Sandiaga yang belum juga bergabung ke PPP, Rommy melihat, Menparekraf itu sedang berusaha untuk menggeser diri pada titik netralnya terlebih dahulu karena baru saja mengundurkan diri dari Partai Gerindra. PPP juga tidak ingin memburu-buru Sandiaga karena sebelum mengundurkan diri sudah menyampaikan itu ke Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono.
Lihat Juga :