'Mission Sacre'Jurnalistik
Rabu, 15 Februari 2023 - 12:11 WIB
Dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi pers nasional menuntut perubahan dan kepedulian sejumlah pihak. Mengingat begitu pentingnya peran pers, maka pemerintah hendaknya menjamin keberlangsungan pers nasional.
Bagi insan pers sendiri juga dituntut mampu mengembangkan inovasi baru baik dari segi manajemen pengelolaan medianya juga konten informasinya. Kerja insan pers yang profesional juga menjadi tuntutan yang harus dijawab oleh insan pers Tanah Air.
Misi Suci
Kehadiran pers bisa menjadi pilar keempat demokrasi. Pers tak hanya mengemban fungsi memberi informasi (to inform), mendidik (to educate), dan menghibur (to entertain) saja, namum pers juga harus menjadi media kontrol sosial.
Praktik pers tak boleh meninggalkan laku idealisme perannya dan menggadaikannya demi pertimbangan bisnis semata. Media massa memang institusi bisnis yang harus hidup dari iklan dan jualan space dan slot tayangan, namun peran idealnya tetap harus mendapat porsi yang cukup.
Idealisme pers juga tak boleh digadai dengan alasan karena institusi dan insan pers harus menghamba pada sang pemilik. Konflik kepentingan sering muncul karena kebijakan redaksi tak jarang terintervensi oleh kepentingan politik ekonomi sang pemilik. Pers Tanah Air masih belum semua yang steril dan merdeka dari konflik kepentingan antara pihak pemilik dan ruang redaksi (newsroom).
Pers Tanah Air juga belum mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan ideal karena angka kekerasan pada jurnalis juga masih terjadi. Kekerasan fisik yang menimpa jurnalis masih sering dijumpai. Kekerasan berupa perusakan alat dan hasil liputan, teror, pemidanaan atau kriminalisasi, dan pelarangan liputan.
Dari sejumlah kasus yang merugikan insan pers tak semua berakhir di pengadilan dan pelakunya diganjar dengan hukuman yang layak.
Menjaga peran ideal pers memang harus dilakukan tak hanya oleh insan pers semata. Semua pihak, pemerintah, aparat penegak hukum, aparat keamanan, dan semua masyarakat turut berperan dalam mewujudkan pers Indonesia yang ideal. Bagi insan pers sendiri juga dituntut meningkatkan profesionalismenya dalam penjalankan profesi yang mulia ini. Insan pers diharapkan mampu merujuk apa yang diharapkan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.
Semoga kehidupan pers tetap eksis di tengah era perubahan teknologi informasi dan komunikasi, serbuan media digital global, dan migrasi konsumsi media oleh masyarakat. Hanya melalui kerja pers yang inovatif, pengikuti perkembangan zaman, dan profesional yang akan menjadikan pers tetap eksis dan tak ditinggalkan masyarakat.
Bagi insan pers sendiri juga dituntut mampu mengembangkan inovasi baru baik dari segi manajemen pengelolaan medianya juga konten informasinya. Kerja insan pers yang profesional juga menjadi tuntutan yang harus dijawab oleh insan pers Tanah Air.
Misi Suci
Kehadiran pers bisa menjadi pilar keempat demokrasi. Pers tak hanya mengemban fungsi memberi informasi (to inform), mendidik (to educate), dan menghibur (to entertain) saja, namum pers juga harus menjadi media kontrol sosial.
Praktik pers tak boleh meninggalkan laku idealisme perannya dan menggadaikannya demi pertimbangan bisnis semata. Media massa memang institusi bisnis yang harus hidup dari iklan dan jualan space dan slot tayangan, namun peran idealnya tetap harus mendapat porsi yang cukup.
Idealisme pers juga tak boleh digadai dengan alasan karena institusi dan insan pers harus menghamba pada sang pemilik. Konflik kepentingan sering muncul karena kebijakan redaksi tak jarang terintervensi oleh kepentingan politik ekonomi sang pemilik. Pers Tanah Air masih belum semua yang steril dan merdeka dari konflik kepentingan antara pihak pemilik dan ruang redaksi (newsroom).
Pers Tanah Air juga belum mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan ideal karena angka kekerasan pada jurnalis juga masih terjadi. Kekerasan fisik yang menimpa jurnalis masih sering dijumpai. Kekerasan berupa perusakan alat dan hasil liputan, teror, pemidanaan atau kriminalisasi, dan pelarangan liputan.
Dari sejumlah kasus yang merugikan insan pers tak semua berakhir di pengadilan dan pelakunya diganjar dengan hukuman yang layak.
Menjaga peran ideal pers memang harus dilakukan tak hanya oleh insan pers semata. Semua pihak, pemerintah, aparat penegak hukum, aparat keamanan, dan semua masyarakat turut berperan dalam mewujudkan pers Indonesia yang ideal. Bagi insan pers sendiri juga dituntut meningkatkan profesionalismenya dalam penjalankan profesi yang mulia ini. Insan pers diharapkan mampu merujuk apa yang diharapkan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.
Semoga kehidupan pers tetap eksis di tengah era perubahan teknologi informasi dan komunikasi, serbuan media digital global, dan migrasi konsumsi media oleh masyarakat. Hanya melalui kerja pers yang inovatif, pengikuti perkembangan zaman, dan profesional yang akan menjadikan pers tetap eksis dan tak ditinggalkan masyarakat.
(bmm)
Lihat Juga :