Transportasi Penglaju dan Pengembangan Stasiun Kereta Api
Selasa, 07 Februari 2023 - 20:01 WIB
Kemudian pada libur pada perayaan Imlek 2023, KAI Commuter melayani pengguna di Jabodetabek sebanyak 1.194.285 orang. Di beberapa stasiun yang dekat daerah tujuan destinasi wisata terbanyak pengguna commuter line.
Stasiun Bogor misalnya, dua hari libur Imlek beberapa hari lalu, tercatat volume pengguna yang turun di stasiun tersebut sebanyak 165.229 orang. Sedangkan di Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Tanah Abang, masing-masing sebanyak 55.761 orang dan 62.296 orang. Sementara untuk Stasiun Tebet 30.470 orang, dan Stasiun Pasar Minggu 21.785 orang.
Saat ini, KAI Commuter memberikan layanan perjalanan commuter line Jabodetabek sebanyak 1.081 perjalanan per hari dengan jam operasional pukul 04.00-24.00 WIB. KAI Commuter juga mengoperasikan perjalanan commuter line feeder tambahan relasi Manggarai–Angke/Kampung Bandan PP dan Manggarai–Bekasi PP pada jam sibuk pagi dan sore sebanyak 31 perjalanan per hari dengan headway 15-30 menit.
Pembangunan stasiun KA komuter adalah keniscayaan. Tak kurang dari Presiden Jokowi mengatakan, pengembangan Stasiun Manggarai sangat penting dilakukan. Stasiun yang menjadi sentral moda kereta api itu merupakan salah satu stasiun dengan lalu lintas tersibuk di Indonesia yang setiap harinya melayani pemberhentian KRL Commuter Line tujuan Jabodetabek.
Presiden Jokowi bahkan mengungkapkan, pengembangan Stasiun Manggarai akan memberikan manfaat di antaranya meningkatkan frekuensi dan headway perjalanan kereta api, meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta ke kota penyangga (Bodetabek) dan sebaliknya. Selain itu, menambah layanan kereta api bandara dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta, dan mengintegrasikan berbagai moda transportasi umum lainnya.
Pemerintah harus terus membangun dan mengembangkan infrastruktur perkeretaapian, terutama untuk menghubungkan antarwilayah yang padat penduduk, baik dengan KRL commuter line, MRT, LRT, Kereta Cepat, Kereta Bandara, maupun dengan pembangunan double track (jalur ganda).
Tak kalah penting adalah menata kawasan stasiun KA komuter dengan merancang ulang sistem logistik sebagai mata rantai strategis. Selain mengangkut manusia, KA juga perlu dikembangkan menjadi simpul-simpul infrastruktur logistik, baik simpul logistik maupun keterkaitan antarsimpul logistik.
Pembangunan jalur ganda KA telah dilakukan di beberapa ruas disertai dengan perluasan dan modernisasi stasiun. Beberapa stasiun di Pulau Jawa maupun di luar Jawa sebagian telah dirombak total. Contohnya di kawasan Bandung Raya, semua stasiun telah dirombak dengan bangunan baru yang lebih megah, seperti Stasiun Padalarang, Rancaekek, Cimekar, Haurpugur hingga Cicalengka. Stasiun tersebut dibangun dengan konstruksi yang modern dan ruang publik yang luas.
Modernisasi bangunan stasiun KA komuter perlu penerapan konsep one stop building. Manajemen jalan kereta api yang terdiri dari beberapa emplasemen dari segala aspek sudah memenuhi standar kualifikasi, baik teknis maupun ekonomis.
Stasiun Bogor misalnya, dua hari libur Imlek beberapa hari lalu, tercatat volume pengguna yang turun di stasiun tersebut sebanyak 165.229 orang. Sedangkan di Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Tanah Abang, masing-masing sebanyak 55.761 orang dan 62.296 orang. Sementara untuk Stasiun Tebet 30.470 orang, dan Stasiun Pasar Minggu 21.785 orang.
Saat ini, KAI Commuter memberikan layanan perjalanan commuter line Jabodetabek sebanyak 1.081 perjalanan per hari dengan jam operasional pukul 04.00-24.00 WIB. KAI Commuter juga mengoperasikan perjalanan commuter line feeder tambahan relasi Manggarai–Angke/Kampung Bandan PP dan Manggarai–Bekasi PP pada jam sibuk pagi dan sore sebanyak 31 perjalanan per hari dengan headway 15-30 menit.
Pembangunan stasiun KA komuter adalah keniscayaan. Tak kurang dari Presiden Jokowi mengatakan, pengembangan Stasiun Manggarai sangat penting dilakukan. Stasiun yang menjadi sentral moda kereta api itu merupakan salah satu stasiun dengan lalu lintas tersibuk di Indonesia yang setiap harinya melayani pemberhentian KRL Commuter Line tujuan Jabodetabek.
Presiden Jokowi bahkan mengungkapkan, pengembangan Stasiun Manggarai akan memberikan manfaat di antaranya meningkatkan frekuensi dan headway perjalanan kereta api, meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta ke kota penyangga (Bodetabek) dan sebaliknya. Selain itu, menambah layanan kereta api bandara dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta, dan mengintegrasikan berbagai moda transportasi umum lainnya.
Pemerintah harus terus membangun dan mengembangkan infrastruktur perkeretaapian, terutama untuk menghubungkan antarwilayah yang padat penduduk, baik dengan KRL commuter line, MRT, LRT, Kereta Cepat, Kereta Bandara, maupun dengan pembangunan double track (jalur ganda).
Tak kalah penting adalah menata kawasan stasiun KA komuter dengan merancang ulang sistem logistik sebagai mata rantai strategis. Selain mengangkut manusia, KA juga perlu dikembangkan menjadi simpul-simpul infrastruktur logistik, baik simpul logistik maupun keterkaitan antarsimpul logistik.
Pembangunan jalur ganda KA telah dilakukan di beberapa ruas disertai dengan perluasan dan modernisasi stasiun. Beberapa stasiun di Pulau Jawa maupun di luar Jawa sebagian telah dirombak total. Contohnya di kawasan Bandung Raya, semua stasiun telah dirombak dengan bangunan baru yang lebih megah, seperti Stasiun Padalarang, Rancaekek, Cimekar, Haurpugur hingga Cicalengka. Stasiun tersebut dibangun dengan konstruksi yang modern dan ruang publik yang luas.
Modernisasi bangunan stasiun KA komuter perlu penerapan konsep one stop building. Manajemen jalan kereta api yang terdiri dari beberapa emplasemen dari segala aspek sudah memenuhi standar kualifikasi, baik teknis maupun ekonomis.
Lihat Juga :