Berikut Sejumlah Penyebab Tumbuhnya Politik Dinasti

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:03 WIB
Direktur Eksekutif Political Communication Studies and Research Centre (PolCom SRC) Andriadi Achmad mengatakan, politik dinasti adalah kekalahan demokrasi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Eksekutif Political Communication Studies and Research Centre (PolCom SRC) Andriadi Achmad mengatakan, politik dinasti adalah bentuk dari kekalahan demokrasi. Andriadi menilai, gejala politik dinasti di Indonesia mewabah pascareformasi.

Menurut dia, realitas itu besar kemungkinan disebabkan Pemilu menggunakan metode proporsional terbuka dalam Pileg dan Pilkada serta Pilpres secara langsung. (Baca juga: Merancang Korupsi dari Ranjang)



"Di mana faktor keterpilihan dari kandidat baik di eksekutif melalui pemilihan langsung maupun legislatif melalui suara terbanyak, sehingga cenderung mengandalkan modal popularitas, modal keturunan dan modal finansial," kata Andriadi, Selasa (14/7/2020).

Sehingga kata Andriadi, ideologi atau program kerja kandidat yang bertarung tidak terlalu memberikan pengaruh signifikan dalam menentukan kemenangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!