Berkaca dari Serial Killer Wowon
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:40 WIB
Misalnya, dukun yang masih mempunyai status sosial tinggi di beberapa daerah di Indonesia. Banyak pedagang/penjual yang memanfaatkan ilmu gaib untuk cepat memperoleh kekayaan. Kenapa dia masih eksis? Karena, peminatnya masih banyak.
Ada dua perspektif yang mendasari kejadian ini. Pertama, pelaku benar-benar belajar ilmu supranatural dan membuat dia harus membunuh orang terdekat untuk memperoleh sesuatu tertentu seperti kekayaan. Faktor kedua,'menguasai' korban untuk motif ekonomi.
Kultur masyarakat Indonesia secara umum sangat menjunjung tinggi mitos, legenda, dan hal-hal lainnya yang bersifat supranatural. Dari kondisi itu, pelaku memanfaatkan momentum.
Di sinilah pentingnya meningkatkan kesadaran dan literasi kepada masyarakat. Bisa jadi juga kejadian-kejadian sering munculnya pelaku kejahatan dengan modus penggandaan uang ini akibat korban tidak paham karena minimnya literasi. Ini terjadi bisa karena pendidikan yang rendah atau mereka mendapat ancaman untuk mengikuti permainan si pelaku.
Maka, pekerjaan rumah bagi para pemangku kepentingan ke depan adalah meningkatkan pemahaman kepada masyarakat agar jangan sampai tergoda iming-iming menjadi kaya tanpa usaha dan kerja keras. Tak kalah penting adalah menyampaikan bahwa untuk memiliki kekayaan rumusnya tak lain adalah dengan bekerja keras.
Ada dua perspektif yang mendasari kejadian ini. Pertama, pelaku benar-benar belajar ilmu supranatural dan membuat dia harus membunuh orang terdekat untuk memperoleh sesuatu tertentu seperti kekayaan. Faktor kedua,'menguasai' korban untuk motif ekonomi.
Kultur masyarakat Indonesia secara umum sangat menjunjung tinggi mitos, legenda, dan hal-hal lainnya yang bersifat supranatural. Dari kondisi itu, pelaku memanfaatkan momentum.
Di sinilah pentingnya meningkatkan kesadaran dan literasi kepada masyarakat. Bisa jadi juga kejadian-kejadian sering munculnya pelaku kejahatan dengan modus penggandaan uang ini akibat korban tidak paham karena minimnya literasi. Ini terjadi bisa karena pendidikan yang rendah atau mereka mendapat ancaman untuk mengikuti permainan si pelaku.
Maka, pekerjaan rumah bagi para pemangku kepentingan ke depan adalah meningkatkan pemahaman kepada masyarakat agar jangan sampai tergoda iming-iming menjadi kaya tanpa usaha dan kerja keras. Tak kalah penting adalah menyampaikan bahwa untuk memiliki kekayaan rumusnya tak lain adalah dengan bekerja keras.
(ynt)
Lihat Juga :