Penembakan di Washington Hilton, Menakar Efektivitas Komunikasi Donald Trump

Senin, 27 April 2026 - 19:54 WIB
loading...
Penembakan di Washington...
Rimba Mahardika Humas BSSN dan Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional. Foto/istimewa
A A A
Rimba Mahardika
Humas BSSN dan Praktisi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional

MALAM Minggu, 25 April 2026, yang seharusnya menjadi panggung komedi dan santai dalam White House Correspondents' Dinner di Washington Hilton, berubah drastis menjadi adegan teater politik yang mencekam. Tembakan terdengar, evakuasi dramatis dilakukan, dan sekali lagi, Donald Trump - yang telah menjabat kembali sebagai Presiden AS ke-47 sejak 2025 - menjadi pusat perhatian dunia setelah insiden keamanan yang nyaris fatal.

Dari kacamata komunikasi politik, insiden ini bukan sekadar kriminalitas biasa. Ini adalah sebuah "peristiwa komunikasi" yang terstruktur, simbolik, dan sarat muatan propaganda. Tempat kejadian, Washington Hilton, bahkan memiliki memori sejarah yang kuat sebagai tempat pembunuhan Ronald Reagan tahun 1981, memberikan deja vu politik yang mendalam.

Simbolisme "Lone Wolf" dan Narasi Korban

Dalam hitungan jam setelah kejadian, mesin komunikasi Gedung Putih bergerak cepat. Narasi langsung dibangun bahwa serangan itu dilakukan oleh "lone wolf" (pelaku tunggal) bernama Cole Thomas Allen, seorang penembak yang berhasil ditahan. Komunikasi ini krusial untuk menstabilkan pasar dan opini publik. Dengan menyebut pelaku sebagai aktor tunggal dan "whack job" (orang gila), Trump menghindari komunikasi yang menyudutkan kelompok politik tertentu secara prematur, sekaligus memperkuat citra diri sebagai pemimpin yang kokoh menantang bahaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Rekomendasi
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Tom Holland Beri Sinyal...
Tom Holland Beri Sinyal Spider-Man Belum Berakhir, Siap Kembali Lagi
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
Berita Terkini
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Memanfaatkan Limbah...
Memanfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk UMKM
Infografis
Timnas Indonesia vs...
Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Target Garuda Start Sempurna
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved