BMKG Peringatkan Pemerintah Daerah Siap Siaga Hadapi Karhutla
Jum'at, 27 Januari 2023 - 09:10 WIB
Kebakaran hutan di Samosir tahun lalu. BMKG memperingatkan potensi terjadinya karhutla memasuki musim kemarau pada April-Mei nanti. Foto: Antara/Fransisco Carolio
JAKARTA - Menjelang akhir musim penghujan potensi kebakaran meningkat. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati bahkan mengingatkan pemerintah daerah agar waspada dan siap siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ).
Menurut dia, kebakaran hujan berpotensi terjadi seiring penurunan curah hujan 3 tahun terakhir 2020, 2021, 2022 akibat La Nina. Kondisi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi kKarhutla seperti pada 2019.
“Musim kemarau tersebut, sesuai dengan prediksi yang pernah disampaikan BMKG pada bulan Oktober tahun 2022 lalu di mana diprediksikan kondisi La Nina akan makin melemah dan transisi menuju kondisi netral,” ungkap Dwikorita dalam keterangan resminya, Jumat (27/1/2023).
Baca juga: Enam Perintah Jokowi untuk Cegah Karhutla
Dwikorita pun mengatakan potensi ancaman karhutla semakin tinggi memasuki musim kemarau yang diprakirakan akan dimulai pada April - Mei mendatang. Terutama daerah-daerah yang yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut.
“Pemerintah Daerah harus bersiap, masyarakat pun perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi agar juga melakukan pencegahan dan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan,” ungkap Dwikorita.
Menurut dia, kebakaran hujan berpotensi terjadi seiring penurunan curah hujan 3 tahun terakhir 2020, 2021, 2022 akibat La Nina. Kondisi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi kKarhutla seperti pada 2019.
“Musim kemarau tersebut, sesuai dengan prediksi yang pernah disampaikan BMKG pada bulan Oktober tahun 2022 lalu di mana diprediksikan kondisi La Nina akan makin melemah dan transisi menuju kondisi netral,” ungkap Dwikorita dalam keterangan resminya, Jumat (27/1/2023).
Baca juga: Enam Perintah Jokowi untuk Cegah Karhutla
Dwikorita pun mengatakan potensi ancaman karhutla semakin tinggi memasuki musim kemarau yang diprakirakan akan dimulai pada April - Mei mendatang. Terutama daerah-daerah yang yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut.
“Pemerintah Daerah harus bersiap, masyarakat pun perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi agar juga melakukan pencegahan dan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan,” ungkap Dwikorita.
Lihat Juga :