Jalan Kaki di Trotoar  

Senin, 23 Januari 2023 - 11:58 WIB
Mulai dari lebar trotoar yang sangat minim, banyaksarana jalan kaki yang akhirnya hilang,entah dijadikan tempat jualan atau dijadikan tempat pintu masuk ke sebuah rumah atau tempat usaha,atau mengalah karena terkena pelebaran.

Hak pejalan kaki di negeri ini sudah banyak dianeksasi untuk kepentingan yang bukan haknya.Maka, wajar apabila kemudian publik meresponsnya dengan beragam aksi. Paling menyedihkan dari semua itu adalah pemahaman dan pemaknaan terhadap ruang para pejalan kaki itu di masyarakat yang kini melenceng jauh.Pemaknaan dan pemahaman yang terjadi di publik adalah tidak adanya hak pejalan kaki di republik ini.

Ketika ada seseorang atau sekelompok masyarakat yang mencoba melakukan penegakan hukum atas para pelanggar ruang bagi para pejalan kaki,pun biasanya tidak bisa bertahan lama.Alasannya pasti langkah itu bersifat voluntaristik atau sukarela.

Penegakan ruang agar sesuai fungsi dan haknyamemang harus dilakukan oleh negara.Bahwaselama ini negara melakukan peningkatan kualitas trotoar dengan melakukan penataan ulang, membuat penghalang bagi selain pejalan kaki dan sepeda, itu ya. Namun, tampaknya hal ini masih demikian kurang.

Jika menilik manfaat praktis dari kegiatan jalan kaki, sudah banyak disebutkan dalam berbagai literatur. Dikutip dari situsHallodoc, misalnya, manfaat jalan kaki itu jelas menyehatkan secara fisik.

Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyarankan sebaiknya kita bisa mendapatkan manfaat optimum dari berjalan kaki dengan 10.000langkah.Dari jumlah sebanyak itu pejalan kaki akan mendapatkan manfaat kesehatan yang sangat besar lain, seperti memperkuat fisik tubuh, menghindari penyakit kronis, membantu membakar kalori,meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan energi, dan memperbaiki suasana hati.

Mengembalikan Budaya Jalan Kaki

Kendati beragam kebaikan jalan kaki itu tidak ada yang membantah, pada praktiknya kegiatan ini jarang dilakukan oleh kebanyakan warga.Bahkan ketika pemerintah membuat beberapa kegiatan, seperticar free dayyang di dalamnya memberikan ruang seseorang untuk membiasakan jalan kaki, pun tetap saja kegiatan ini belum kembali menjadi budaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!