Dongkrak Suara, PDIP dan Ganjar Pranowo Dinilai Utang Budi kepada Jokowi

Minggu, 22 Januari 2023 - 22:10 WIB
Dihubungi terpisah, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Usni Hasanudin berpendapat hal tersebut lumrah terjadi. Pangkalnya, figur Jokowi tidak bisa dilepaskan dengan PDIP.

"Identitas Presiden Jokowi sebagai politikus tentang tidak bisa dilepaskan dengan PDIP. Nah, PDIP bisa dibilang 'berutang budi' terhadap Jokowi karena publik cenderung memilih karena menimbang kinerja pemerintah bukan faktor lain," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/1/2023).

Usni juga memaklumi jika tren serupa dinikmati Ganjar. Alasannya, keduanya memiliki kedekatan bahkan Ganjar sempat dikaitkan dengan ciri-ciri calon presiden (capres) yang direkomendasikan Jokowi selain sama-sama kader PDIP. Baca juga: Survei LSI: Ganjar Kokoh di Puncak, Prabowo dan Anies Bersaing di Posisi Kedua

"Meski tidak pernah secara terbuka menyampaikan mendukung Ganjar, masyarakat dapat membaca dengan jelas arah dukungan Jokowi pada 2024 mendatang. Kuatnya asosiasi Ganjar dengan Jokowi ini memengaruhi persepsi publik. Oleh karena itu, baiknya kinerja pemerintah bakal memberikan efek positif terhadap Ganjar," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!